Home Berita Mistery Kematian Ansel ASN Ende, PMKRI Kupang NTT Bersikap

Mistery Kematian Ansel ASN Ende, PMKRI Kupang NTT Bersikap

2087
0

LN Focus Indonesia News – Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia Kupang, Nusa Tenggara Timur menyatakan turut berduka atas kepergian seorang pelayan masyarakat di Kabupaten Ende, Anselmus Wora dalam peristiwa renggut nyawa manusia, tanggal 31 Oktober, TKP Pulau Ende dan menyisahkan mistery, kini dalam penanganan Polres Ende.  

Sikap PMKRI Kupang dituangkan melalui tanggapan PMKRI Kupang terhadap kematian Alm. Ansel Wora, diterima redaksi LN Focus Indonesia News tanggal 04 November 2019.

Berikut salinan lurus tanggapan PMKRI Kupang, Nusa Tenggara Timur  

Kematian sebagai sesuatu yang pasti. Kematian milik semua orang, kapan dan dimana saja. Tiap kematian selalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kenalan.

Dalam Iman Kristiani, Kematian adalah misteri Ilahi, Ia mengutus lalu tiba saatnya akan dipanggil menuju kehidupan abadi. Sehingga kita dituntut mengikhlaskan kepergian dan  terus berdoa memohon keselamatan kekal.

Lantas bagamana dengan kematian almarhum Anselmus Wora?.


Hari ini publik bertanya-tanya tak kecuali kami PMKRI Kupang atas peristiwa kematian yang bagi kami dan lebih khusus keluarga yang mengenal betul adalah sesuatu yang tidak lazim dan sulit diterima.

Kapan? bagamana? dimana? dengan siapa? dan mengapa?.

Ini pertanyaan yang hari-hari ramai diperbincang oleh banyak pihak yang punya kepedulian terhadap nyawa manusia.

Pertanyaan ini akan menjadi liar dan sulit terpecahkan oleh orang biasa (awam), yang bisa menjawab tentu pihak Kepolisian: mereka yang punya keahlian khusus, kompetensi dilengkapi sarana prasarana dalam proses penyelidikan.

Dan kami menaruh harapan itu !.

Gunan membongkar misteri kematian Alm Anselmus Wora, penting bagi kita memberi atensi kepada Kapolres Ende untuk secara serius dan tegas mengungkap penyebab kematian tersebut.

Dalam kepetingan penyelidikan, pentingnya pengamanan saksi-saksi sesui ketentuan Pasal 184 KUHAP, dan Pasal 1 KUHAP: orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan tentang suatu perkara yang Ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri. Selain itu UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban (UUPSK), sesuai ketentuan Pasal 4 UUPSK, perlindungan saksi bertujuan memberikan rasa aman kepada saksi dalam memberikan keterangan tanpa tekanan, paksaan dan upayah intervensi dari pihak manapun.

Polres Ende dalam proses penyelidikan harus transparan dan objektif sesuai ketentuan guna memeberi rasa keadilan bagi korban (alm) juga keluarga yang mencari keadilan. Sebab perbuatan apapun berakibat hilangnya nyawa orang harus dilawan dan diberangus, sebagai bentuk penghargaan kita terhadap sesama mahluk ciptaan Tuhan.

Apabila Polres Ende tidak mampu mengungkap dugaan kasus pembunuhan ini, maka kami mendesak Kapolda NTT segera mengambil alih kasus dengan membentuk tim kusus.

Hormat kami:
Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng. # KitaBersamaAlm

(Tim/Red)