Home Berita Catatan Keluarga Duka Atas Kejanggalan Kematian ASN Ende Ansel Wora

Catatan Keluarga Duka Atas Kejanggalan Kematian ASN Ende Ansel Wora

1288
0

LN Focus Indonesia News – Kematian yang diduga akibat dibunuh atau mati tidak wajar menimpa korban Anselmus Wora (almarhum), Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Staf Bidang Darat pada malam tanggal 31 Oktober 2019, TKP Pulau Ende, menjadi salahsatu topik pertanyaan serius masyarakat dan banyak kalangan terkait kepergian selamanya Anselmus Wora (almarhum).

Redaksi LN Focus Indonesia News melalui wawancara tertutup kepada keluarga duka, perwakilan keluarga duka, Nyoman Hami  (03/11/2019) mengungkapkan sejumlah catatan yang menurut mereka menjadi perhatian keluarga duka dalam kepergian Anselmus Wora (almarhum)

Berikut  catatan pihak keluarga duka dalam derai air mata kepergian Anselmus Wora selamanya dari kehidupan ini.

Almarhum tidak mengidap penyakit dalam atau lainnya. Almarhum tidak dalam keadaan sakit.  Kami menemukan luka panjang di ubun-ubun korban dan hampir 1/3 (sepertiga) kepala bagian atas atau ubun-ubunnya lembek.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/11/kejanggalan-kematian-keluarga-duka-asn-ansel-minta-polres-ende-ungkap-tuntas/

Saat kejadian maupun setelah kejadian tidak adanya informasi sama sekali kepada Isteri dari korban dan keluarga korban. Itu sejak kejadian awal tidak ada informasi, padahal si “I” adalah rekan kerja almarhum dan memiliki nomor hand phone dari Istrinya almarhum. Dan  juga si “A” adalah orang yang mengenal keluarga almarhum.

Tetapi tidak menginformasikan sama sekali kepada pihak keluarga. Selainitu juga tidak melaporkan kejadian kepada pihak berwajib saat kejadian dan terkesan menyembunyikan.

Baca : https://larantuka.com/2019/11/polres-ende-lidik-teka-teki-kematian-asn-anselmus-wora/

Kami pihak keluarga duka yang membuat laporan kepada Polisi. Sampai saat ini, kedua rekan yang mengajak almarhum ke Pulau Ende, tidak pernah punya itikad baik untuk menceritakan kejadian kepada kami keluarga.

Kedua rekan dari korban pada Hari Rabu, atau pada satu hari sebelum kejadian, sampai empat (4) kali mendatangi rumah almarhum untuk mengajak almarhum pergi ke Pulau Ende.

Baca : https://larantuka.com/2019/11/kematian-tidak-wajar-asn-ende-ansel-wora-tpdi-rilis-penegasan/

Yang juga menjadi pertanyaan keluarga duka, mengapa hanya almarhum yang diajak ke sana untuk pemasangan dinamo di Pulau Ende, padahal kedua rekan dari almarhum juga adalah sopir yang pastinya bisa memasang dinamo tersebut”, demikian catatan keluarga korban dalam kedukaan dan derai air mata kehilangan Anselmus yang pergi untuk selamanya. (Tim/Red)