Home Berita Operasi Zebra Turangga 2019, Waka Polres Ngada Tekankan Sukses Promoter

Operasi Zebra Turangga 2019, Waka Polres Ngada Tekankan Sukses Promoter

137
0

LN Focus Indonesia News – Gelar Pasukan Operasi Zebra Turangga 2019 Polres Ngada dipimpin langsung oleh Waka Polres, Kompol.  Say Nono Yohanes Vianey, di lapangan Apel Mako Polres Ngada, Rabu (23/10/2019).

Dalam acara ini Waka Polres Ngada bertindak sebagai pimpinan gelar pasukan membacakan amanat dan arahan Kapolda Nusa Tenggara Timur.

Berikut petikan amanat Kapolda Nusa Tenggara Timur pada Gelar Pasukan Operasi Zebra Turangga 2019, permasalahan lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman atau cukup menggunakan handphone. Modernisasi ini perlu diikuti inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisas transportasi tersebut.

Polisi Lalu Lintas terus berupaya melaksanakan program Kapolri yang disebut promoter (profesional-modern-terpercaya) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan.

Dengan demikian, diharapkan terciptanya keamanan demi mewujudkan dan memelihara keselamatan dan ketertiban berlalu lintas (kamseltibcar lantas).

Selannutnya guna menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, menjaga kualitas keselamatan tingkat dan fatalitas korban, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Harapan-harapan ini merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak. Berdasarkan program decade of action for road safety 2011-2020 (doa) atau dekade aksi keselamatan jalan yang telah dicanangkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB) Yang bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia pada tahun 2020 sebesar 50 %, Para penyelenggara system yang terpadu yang tertuang dalam rencana umum Nasional Keselamatan (runk) melalui lima pilar yakni,  Pertama, manajemen keselamatan jalan.

Kedua, jalan yang berkeselamatan. Ketiga, kendaraan yang berkeselamatan. Keempat, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan. Kelima, penanganan korban pasca kecelakaan.

Program Nawacita Presiden Republik Indonesia adalah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa. Dari salah satu Nawacita Presiden Republik Indonesia dijabarkan dengan kesebelas program prioritas kapolri yaitu promoter (profesional, modern dan terpercaya).

Program kesebelas yaitu quick wins Polri dalam pelaksanaan tugas Kepolisian, diimplementasikan dengan kehadiran Anggota Polri di tengah-tengah masyarakat, dimana Korlantas Polri menjabarkan program kesebelas point keenam yaitu Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

Salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan, keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas. dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas.

Keselamatan dalam berlalulintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukan dari political will pengguna lalulintas.

Kesadaran pengguna lalulintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

Data jumlah kecelakaan lalu lintas operasi zebra 2018 sebanyak 60 kejadian mengalami peningkatan 24 kejadian atau 67% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 36 kejadian.

Selanjutnya jumlah korban meninggal dunia Operasi zebra tahun 2018 sebanyak 13 orang, mengalami peningkatan sebanyak 4 orang atau 44% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 9 orang. jumlah korban luka berat operasi zebra tahun 2018 sebanyak 22 orang, mengalami peningkatan sebanyak 12. orang atau 120% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 10 orang.

Jumlah pelanggaran lalulintas pada operasi zebra tahun 2018 sejumlah 6.223, mengalami kenaikan 15 % dari tahun 2017 dengan jumlah pelanggaran 5.417. Secara umum dari hasil evaluasi tersebut di atas bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan helm sni, penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan. Untuk sasaran dan target operasi, penajamannya ditentukan oleh masing-masing wilayah sesuai dengan situasi Kamseltibcarlantas terkini. (Tim/Red)