Home Berita World Cleanup Day: MAPALA IKTL Bersih-bersih Pantai Waiwatanlolong

World Cleanup Day: MAPALA IKTL Bersih-bersih Pantai Waiwatanlolong

120
0
Mahasiswa Pecinta Alam IKTL, pada World Cleanup Day

Lamawalang, LARANTUKA.COM – Sabtu (21/09/2019), mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dari Kampus Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), melaksanakan aksi bersih sampah di Pantai Waiwatanlolong, Desa Lamawalang Kecamatan Larantuka, pada Sabtu (21/09/2019) pagi.

Dalam hal ini, Mapala IKTL menggandeng sejumlah mahasiswa IKTL. Beberapa warga yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Mapala IKTL dan para relawan, yang telah sudi hadir dan ikut mensukseskan aksi bersih-bersih sampah yang digelar serentak di seluruh dunia dan Provinsi di Indonesia

Sebelum aksi bersih dimulai, semua peserta berkumpul dan mendengar arahan dari Ketua Umum MAPALA IKTL periode 2019/2020 Noorezky Pelaka Tada selaku penanggung jawab umum (PJU) dari kegiatan tersebut. Beliau mengatakan bahwa dalam kegiatan ini kita hanya fokus memungut sampah anorganik atau sampah susah terurai seperti Pelastik, kaca, atau sejenisnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti bahwa kita mencintai alam bukan hanya dengan logika melainkan dengan hati.

Mahasiswa Pecinta Alam IKTL, pada World Cleanup Day

Selesai kegiatan aksi bersih-bersih, diadakan NGOPI alias Ngobrol Pintar sekitar 30 menit. Dalam NGOPI tersebut Ketua Umum Mapala IKTL Noorezky Pelaka Tada menyebutkan, bahwa kesadaran masyarakat akan kondisi kebersihan lingkungan masih sangat minim. Padahal kata dia, Pemerintah maupun dari berbagai lembaga dan organisasi, sudah sering mensosialisasikan dan membuat kegiatan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dari sampah.
“Saya sangat berharap masyarakat sadar dan bijak terhadap adanya sampah. Terutama sampah plastik, yang dapat merusak kesehatan dan lingkungan kita. Saya lihat kesadaran masyarakat akan sampah plastik masih sangat kurang,” Ungkap Rezky.

Rezky juga mengajak seluruh anggota MAPALA IKTL untuk selalu memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dari sampah plastik, dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Pecinta Alam IKTL, pada World Cleanup Day

Masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan yang dimulai dari lingkungan keluarga atau rumah. Dengan cara memisahkan sampah plastik dan organik, serta tidak membuangnya di sembarang tempat, yang dapat mencemari lingkungan

“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita. Terutama dari sampah plastik. Agar kedepan Flores Timur bisa terbebas dari sampah plastik. Ini bisa kita mulai dari lingkup yang lebih kecil, dengan membuang sampah pada tempatnya,” ajak Rezky.

Sementara itu Penanggung Jawab Operasional (PJO), Alfonsius Goa Sogen, menjelaskan, bahwa aksi bersih sampah tersebut dilakukan secara serentak di 157 negara dan 34 Provinsi di Indonesia, serta diikuti oleh 13 juta relawan. Kegiatan tersebut bertajuk World Cleanup Day (WCD), atau Hari Kebersihan Sedunia.

Alfons mengatakan, bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengajar masyarakat Flores Timur agar sadar dan peduli dengan adanya pencemaran sampah plastik.

“Tujuan utamanya adalah membersihkan sampah plastik. Kita ingin Kabupaten Flores Timur, terbebas dari sampah plastik,” ujar Alfons. Saat selesai Ngobrol pintar beberapa Anggota Mapala IKTL memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada beberapa siswa Sekolah Dasar setempat dengan materi Bagaimana Mencintai lingkungan kita.(hh)