Home Serba-serbi Video Brutal Premanisme Keroyok Kelvin Mahasiswa Ngada Di Kota Malang

Video Brutal Premanisme Keroyok Kelvin Mahasiswa Ngada Di Kota Malang

4182
0

LN Focus Indonesia News – Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, Semester III, Jurusan Arsitek, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena alias Kelvin (20 th) asal Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores-NTT, terpaksa dirawat intensif di Kota Malang atas tindakan tragis, aksi kelompok bibit unggul premanisme mengeroyok korban.

Seperti disaksikan dalam video berita ini, peragaan kekerasan premanisme dipamerkan para pelaku kepada korban. Para pelaku secara membabi buta memperagakan berbagai jurus kungfu ingusan disertai siksaan kepada korban.  

Dihimpun redaksi LN Focus Indonesia News (26/09/2019), pihak keluarga korban di Kelurahan Mataloko Kabupaten Ngada, Nenek kandung korban Vitus Witu dan Maria Tena dengan urai air mata sedih mengisahkan kekerasan tragis menimpa anak cucu mereka, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena.

Mereka berharap Polri tidak boleh berhenti melakukan pencarian kepada seluruh pelaku kekerasan. Para pelaku, pinta Viktus kepada Polri, harus segera dapat diringkus dan dihukum seberat-beratnya guna memberi efek jera kepada kelompok premanisme yang sudah merambah dunia kampus.

“Kami minta dengan sangat hormat kepada Polri di Kota Malang Jawa Timur untuk menuntaskan masalah ini melalui penegakan hukum tanpa kompromi. Seluruh pelaku kekerasan harus dibekuk. Kami juga menolak segala upaya damai dari pihak manapun”, ungkap kakek kandung korban, Vitus Witu dan Maria Tena.

Berdasarkan kronologis sementara dihimpun media ini, korban dijemput paksa di kosnya (22/09) oleh para pelaku sekitar pukul 15.00 wib, selanjutnya korban dibawa dan disekap di sebuah ruangan, lalu dipukul dan dianiaya.

Berdasarkan video amatir dirangkuman media ini dari pihak keluarga korban, nampak usai menggiring korban dan penjemputan paksa, para pelaku mengancam dan menyiksa korban sambil terus memukuli korban hingga menggunting rambut di kepala korban.

Tidak sebatas itu, para pelaku juga mengeluarkan kata-kata kotor berupa makian kepada korban dalam kejadian pemukulan berlangsung.

Korban diketahui disekap dalam sebuah kamar kos milik pelaku, TKP salah satu gang di daerah Tlogomas Kota Malang.

Menurut pihak keluarga jumlah pelaku pengeroyokan sebanyak 20 orang dan aksi penganiayaan dan penyekapan berjalan sedikitnya selama sekitar enam jam.

Pihak keluarga mengaku mendapat kabar kepastian usai menonton sebuah video viral yang beredar di kolom media sosial. (Tim/Red)