Home Berita Terkait Penganiayaan, Tokoh Nagekeo Ngada Di Malang Ferry Ceme Bicara

Terkait Penganiayaan, Tokoh Nagekeo Ngada Di Malang Ferry Ceme Bicara

1668
0

LN Focus Indonesia News – Kejahatan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap seorang Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, Semester III, Jurusan Arsitek, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena alias Kevin Tena (20 th) menuai kecaman dari berbagai pihak, juga dari barisan sesepuh asal Kabupaten Ngada dan Nagekeo-Flores yang berada di Kota Malang, Jawa Timur.

Dikabarkan sebelumnya, Menurut Ibu Kandung Korban, para pelaku yang menyekap dan menganiaya korban adalah sesama Mahasiswa. Kasus ini sedang dalam penanganan Polresta Malang. Sejauh ini baru 3 pelaku yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka dan ditahan. Sebagian pelaku lain masih terus diburu pihak Polri”.

Baca : https://larantuka.com/2019/09/rangkuman-sementara-dari-malang-tentang-mahasiswa-ngada-yang-dianiaya/

“Saya dan beberapa pihak sudah mengumpulkan informasi dan melakukan pemantauan serius terkait kejadian ini. Saya juga berkoordinasi dengan sejumlah adik-adik mahasiswa dari organisasi daerah yang mengetahui kejadian naas ini. Seperti yang diberitakan, kejadian memang benar adanya. Informasi sementara yang kami himpun bahwa para pelaku adalah juga sesama mahasiwa. TKP penganiayaan di kost pelaku daerah Tlogomas Malang Gang 1. Persoalan ini sudah ditangani Kepolisian Polresta Malang namun sejauh yang kami himpun belum semua pelaku berhasil diamankan. Tiga orang pelaku sudah ditahan dan berstatus Tersangka, sisa pelaku masih dicari”, ungkap Silvester Ferry Ceme dalam sambungan telepon dengan redaksi media ini (27/09/2019).

Menurut Ferry Ceme, tindakan keji hingga menghajar secara kelompok kepada korban yang sampai saat ini masih dirawat intensif di Kota Malang, merupakan perbuatan yang sangat tidak terpuji dan harus menjadi perhatian bersama.

Ferry Ceme memesan semua pihak tidak terpancing amarah, namun sebaliknya turut membantu pihak Kepolisian Polres Malang guna mengungkap tuntas masalah ini termasuk upaya Polri dalam memburu masih banyak pelaku yang belum ditahan.

Ferry Ceme juga meminta Polresta Malang dapat membuktikan penanganan gerak cepat menindak seluruh pelaku yang diduga kuat adalah sesama mahasiswa rantauan. (Tim/Red)