Home Berita Terkait Integritas Capim KPK, PP GMKI Desak DPR Kerja Independen Bebas Intervensi

Terkait Integritas Capim KPK, PP GMKI Desak DPR Kerja Independen Bebas Intervensi

171
0

LN Focus Indonesia News – PPGMKI mendesak DPR wajib bekerja independen dan bebas dari intervensi pasca Presiden serahkan sepuluh nama Calon Pimpinan KPK kepada DPR .

Penegasan ini diutarakan PPGMKI di Sekretariat PPGMKI Jalan Salemba Raya 10 Jakarta pusat, (04/09/2019)

Rangkuman redaksi media ini, diskusi PPGMKI digelar tema Menjawab Integritas Sepuluh Calon Pimpinan KPK untuk membedah proses seleksi Capim KPK. Ditegaskan, dengan integritas tinggi, KPK akan selalu menjadi kepercayaan masyarakat dalam bidang Pemberantasan Korupsi.

Menurut Ketua umum GMKI, Korneles Galanjinjinay, sepuluh nama Capim KPK yang sudah diserahkan Presiden ke DPR, integritas dan independensinya masih dipersoalkan publik, karena beberapa Capim belum menyerahkan LHKPN.

“Bolanya sekarang ada di DPR. Maka kami berharap Komisi III wajib bekerja secara independen dan bebas dari intervensi Partai Politik dalam menetukan Pimpinan KPK yang berintegritas, professional, independen dan pro terhadap anti korupsi”, tandas Ketua umum GMKI, Korneles Galanjinjinay.

Diskusi PPGMKI juga membahas tentang adanya beberapa Penegak Hukum yang ikut seleksi, termasuk Polri.

Lebih lanjut unsur ICW yang hadir dalam diskusi ini, Kurnia Ramadhana mengatakan, dari beberapa literatur bahkan survey menunjuk penegak hukum masih urutan bawa dalam hal pemberantasan korupsi.

ICW melalui Kurnia Ramadhana mengungkapkan. sebaiknya Penegak Hukum diberdayakan di instansi, pos kusus percepatan Pemberantasan Korupsi.

Ditambahkan Ramadhan, integritas, rekam jejak orang-orang ikut seleksi yang hasilnya sudah diserahkan Pansel, tidak menggambarkan masa depan cerah pemberantasan korupsi di Indonesia.

ICW berharap sebaiknya fit and proper test dilakukan DPR baru, karena mereka merupakan mitra kerja mendatang dan tetap mempertimbangkan masukan berbagai pihak.

“Pemilihan capim ini harus punya integritas mumpuni dengan beberapa indikator lainnya”, kata Ramadhan.

Lebih lanjut, Nanang mantan ketua wadah Pegawai KPK mengatakan sebaiknya pimpinan KPK punya integritas, track record, asal usul yang jelas.

Di usia ke 17 tahun wajar jika wadah pegawai KPK berbicara lantang karena mulai dianggap genit, nakal dan mengganggu kepentingan orang yang bersinggungan atau tidak bersinggungan langsung kerja-kerja KPK. Harapannya dengan gesit KPK Negara bebas dari korupsi, ujar Nanang.

Penegasan tentang Capim KPK RI dalam diskusi ini juga diutarakan Pengacara muda, David Surya.

“Lembaga KPK selama ini masih tetap menjadi kepercayaan public. KPK lembaga yang diakui tingkat kepercayaannya. Hampir setiap kasus OTT yang dirilis KPK praduga tak bersalah dan itu lagi hampir tidak berlaku karena kepercayaan itu dan KPK sangat profesional”, tutur David Surya. (Tim/Red)