Home Berita Polres Ngada Serahkan Tiga TSK Korupsi Dana Desa Ua Nagekeo

Polres Ngada Serahkan Tiga TSK Korupsi Dana Desa Ua Nagekeo

1164
0

LN Focus Indonesia News – Polres Ngada, Flores kepemimpinan AKBP. Andika B. Adhittama, S.I.K, M.H melalui Waka Polres Kompol Surya Wiryawan, SH didampingi Kanit Tipikor Ipda. Anselmus Leza, SH dan Unit Tipikor di ruang konferensi Pers Polres Ngada (10/9) resmi mengumumkan Tiga Tersangka Korupsi Dana Desa dan Dana Alokasi Desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo rampung P21 dan Tahab II Penyerahan Barang Bukti bersama Tersangka.

Liputan Redaksi media ini, Waka Polres Ngada Kompol Surya Wiryawan, SH didampingi Kanit Tipikor Ipda. Anselmus Leza, SH menegaskan ketiga Tersangka (TSK) dijerat melanggar hukum atas tindakan melakukan Korupsi Dana Desa dan Dana Alokasi Desa Tahun 2015 -2016 milik Desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Nagekeo.

Ketiga TSK dalam perkara ini masing-masing mantan Kepala Desa Ua, Kristianus Mola (47 Th), Bendahara Desa Heronimus Sopi (29 Th) bersama seorang wanita Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Ua, Efrida Welu (53 Th).

“Tiga Tersangka ini sudah ditetapkan berdasarkan minimal dua alat bukti sah. Kami dari pihak Kepolisian sudah berkoordinasi dengan Jaksa dan melakukan tahab dua penyerahan hari ini. Sidangnya nanti di Pengadilan Tipikor Kupang, Nusa Tenggara Timur”, ungkap Waka Polres Ngada Kompol Surya Wiryawan, SH.

Ketiga TSK, lanjut Waka Polres Ngada, diduga melanggar UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi, pasal 2 dan atau pasal 3 jo pasal 55 dan pasal 64 KUHP.

Sementara total kerugian negara atas perbuatan para pelaku mencapai senilai Rp. 629.468.114, 00. Terhadap perbuatan ini, para pelaku dikenai ancaman paling lama 20 tahun penjara, paling ringan 1 tahun penjara.

Usai gelar konferensi Pers, para Tersangka bersama Barang Bukti (BB) langsung diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Ngada dan diberangkatkan ke Kejaksaan Tinggi Kupang menggunakan line penerbangan Trans Nusa melalui Bandara Turelelo So’a Kabupaten Ngada. (Tim/Red)