Home Catatan Pojok Bung Red Politik Uang Cermin Politisi Kepribadian Ganda

Politik Uang Cermin Politisi Kepribadian Ganda

205
0

Catatan Pojok Bung Red

“Pemilu sesungguhnya merupakan momentum terbaik bagi masyarakat untuk menalar guna mengetahui politisi jenis apa saja yang datang berdiri di hadapan masyarakat, sebelum anda memberikan suara dukungan guna dihantar menuju tahkta kekuasaan. Katanya untuk pelayanan. !”

Pembaca yang budiman !

Tentang puja-puji prosedural demokrasi kita yang tidak jarang diarahkan bahkan tidak sadar (pemakluman) diperjuangkan politisi-politisi tidak bertanggungjawab menjadi Demokrasi Pepesan Kosong.

Carut-marut laga politik suksesi memperebutkan amanat rakyat, tidak jarang sudah menyerupai persilatan tanpa batas, etika maupun aturan.

Ambisi meraih mahkota kedudukan tidak luput dari pameran atraksi lain “lupa kewajiban-kewajiban warga negara untuk berpikir dan bertindak sehat dalam perpolitikan pemilu.

Indonesia cukup kenyang dengan kisah-kisah busuk itu.

April 2019 misalnya, KOMPAS.com menulis Polisi amankan satu mobil yang membawa uang senilai Rp 1,075 miliar dan sejumlah atribut salah satu partai peserta pemilu di Lamongan, Jawa Timur.  Kejadian Senin (15/4/2019).

Polisi pun mengamankan dua pengendara dalam mobil bernopol S 1976 JT yang terkena razia Pemilu 2019.

Polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang calon anggota legislatif DPRD Sumatera Utara (Sumut) Selasa (16/4/2019). Jutaan lembar uang beredar.

Aparat Polres Lamongan amankan satu mobil saat razia di Jalan Panglima Soedirman, Kota Lamongan. Polisi temukan uang tunai Rp 1,075 miliar dan atribut salah satu partai politik (parpol) dalam mobil tersebut. Dua orang diamankan bersama sejumlah atribut salah satu partai peserta Pemilu 2019. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar.

Empat orang dan uang ratusan juta rupiah di Pekanbaru. Bawaslu Pekanbaru dan polisi lakukan operasi tangkap tangan alias OTT terhadap empat orang terduga pelaku politik uang, Selasa (16/4/2019). Dari tangan pelaku, tim sentra Gakkumdu Kota Pekanbaru menyita uang Rp 506.400.000.

Baca : https://larantuka.com/2019/09/pemilu-dan-seliweran-uang-adalah-disfungsi-untuk-kembali-modal-masa-depan/

Caleg sebuah parpol di Nias ditangkap dengan uang Rp 60 juta. Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan bersama Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gelar konfrensi pers terkait kasus money politik.

Wakil Bupati Padanglawas Utara pun Jadi Tersangka Dugaan Politik Uang. Dan seterusnya, seterusnya.

Sejumlah penelitian membuktikan Kelompok Masyarakat miskin dan berpendidikan rendah, paling mudah dibeli suaranya. Politik uang disasar ke arah itu. Menembak pikiran dan hati masyarakat kecil dengan uang dan harta !

Pemilu 2019, Laboratorium Big Data Analytics dan PolGov Research Center, DPP UGM juga merilis hasil pemetaan potensi politik uang.

Dari analisis big data yang dilakukan pada 2-12 April 2019 terdapat 7.647 percakapan terkait varian politik uang di sosial media. Mayoritas percakapan itu terjadi di Pulau Jawa.

“Secara geografis, Jawa Barat adalah daerah dengan densitas percakapan tertinggi terkait politik uang dengan 433 percakapan berpusat di Bandung, Bogor, dan Bekasi. Jakarta memiliki 358 percakapan, dan Jawa Timur 222 percakapan,” kata peneliti DPP UGM, Wawan Mas’udi.

Unik ya analisis khusus soal politik uang ini, perbincangan terjadi di seluruh provinsi di Indonesia. Kawasan Indonesia Timur yang biasanya tidak dominan dalam peta big data, khusus untuk politik uang. Kata Wawan

“Problem politik uang bukan semata-mata problem masyarakat yang mau menerima. Tetapi yang lebih mengerikan, ketika politik uang sudah menjadi komitmen buruk dan komitmen jahat para kandidat.

Jadi, disitulah pentingnya pendidikan politik ditegaskan sebagai kebutuhan pokok dalam pemilu.

Pendidikan politik bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk para kandidat.

Hukum sebab-akibat, pelaku-pelaku utama memainkan politik uang dan harta, rakyat ikutan, meski itu sangat menyesatkan !. Gelap.

Jika tidak dihentikan, seluruh puja-puji prosedural demokrasi yang kita miliki sebenarnya hanya untuk terus menjadi pepesan kosong.

Bangsa ini akan terus dihancurkan dari waktu ke waktu dengan perilaku pilihan bebas berisi pepesan kosong itu.

Politik uang adalah musuh besar matabat demokrasi. Juga merupakan virus ganas yang menyerang sel-sel darah warga masyarakat bangsa saat berpemilu.

Makanya disepakati politik uang merupakan kejahatan besar terhadap pemilu.

Tentang Kepribadian

Jika ditanya setuju kah politik uang berkibar?. Maka jawaban pasti adalah sepakat politik jenis itu termasuk pelaku-pelakunya harus ‘dibuang jauh-jauh. !

Silahkan disurvey. Itu lah peluang dominan jawaban ke permukaan.

Kampanye “Stop Politik Uang” adalah milik sah seluruh kandidat politik dalam negeri ini.

Itulah Kampanye yang mendidik, mendorong paradigma baru untuk bertindak lebih nyata guna bangsa ini tetap bermartabat. Sebagaimana politik yang terpanggil untuk selalu mendidik dan menebar jiwa revolusi mental di seluruh kolom langit Pancasila.

Itulah Indonesia yang sesungguhnya. Ciri kepribadian unggul setiap insan Pancasila, termasuk politisi yang menyanjungi Merah-Putih – suci dan putih, merah berani karena benar dan untuk kebenaran yang agung.

Sekali lagi, itulah kepribadian sesungguhnya yang dimiliki bangsa ini !. Kepribadian unggul dan bersahaja. Ya, itu sangat menawan.

Tolak Politik Uang, tidak hanya masyarakat tetapi mulai dengan menolak pelaku politik uang dan politik tebar harta. Itu yang semestinya dilakukan !

Waspada Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda pada pentas ambisi meraih kekuasaan, sesungguhnya bukan hal baru.

Meski dilahirkan dari rahim Pancasila yang sangat bersahaja dan sangat berkomitmen ‘menolak cara-cara kotor menebar harta dan rupiah dalam pemilu, survey fakta membuktikan adanya kepribadian lain (kepribadian ganda) yang alpa disorot masyarakat.

Pada satu sisi segala visi, misi dan retorika pemilu berhiaskan nada-nada jati diri bangsa, clean and good, namun pada waktu bersamaan pula bangsa ini menemukan desainan cara kerja politik menyelipkan pesan kepribadian lain, menebar jala dengan umpanan uang dan harta.

Cilaka !.

Itu lah Bencana sesungguhnya dari catur pemilu.

Bencana yang semestinya dibaca oleh rakyat selaku pemilik sah suara sebelum bercita-cita akan terlibat menentukan masa depan bangsa dan negara.

Pilihan perubahan atas semua kondisi itu, maka mulai lah mengerti dan menjalankan Pemilu seharusnya tidak hanya sebatas agenda pesta demokrasi bangsa semata.

Pemilu sesungguhnya merupakan momentum terbaik bagi masyarakat untuk menalar guna mengetahui politisi jenis apa saja yang datang dan berdiri di hadapan masyarakat.

Ketahui lah terlebih dahulu Politisi jenis apa saja yang datang dan berdiri di hadapan masyarakat – sebelum memberikan suara dukungan kepada politisi menuju tahkta kekuasaan. Katanya untuk pelayanan. !

WASPADA : Politik Uang Cermin Politisi Kepribadian Ganda !

Catatan Pojok Bung Red