Home Berita Penganiaya Mahasiswa TKP Tlogomas Malang, 2 Mahasiswa Sumba 1 Manggarai Ditahan

Penganiaya Mahasiswa TKP Tlogomas Malang, 2 Mahasiswa Sumba 1 Manggarai Ditahan

856
0

LN Focus Indonesia News – Tindakan kriminal premanisme sekelompok pemuda melalui perbuatan penyekapan kejam dan penganiayaan brutal terhadap korban seorang Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, Semester III, Jurusan Arsitek, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena alias Kevin Tena (20 th) tengah dilakukan pencarian tambahan oleh Polresta Malang terhadap belasan pelaku lainnya yang belum diringkus.

Berdasarkan data akurat dikantongi redaksi media ini melalui koresponden jurnalis Kota Malang  (28/09/2019) tiga pelaku dipastikan sudah menghuni tahanan Polresta Malang dengan kebenaran identitas dua orang diketahui adalah mahasiswa yang berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan satu orang lainnya berasal dari Manggarai Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketiganya sama-sama berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

Baca juga berita terkait : https://larantuka.com/2019/09/para-pelaku-penganiaya-mahasiwa-di-tlogomas-malang-berstatus-mahasiswa-kaum-pendatang/

“Tiga pelaku yang sudah ditahan beridentitas mahasiswa dengan perincian 2 orang berasal dari Pulau Sumba NTT, 1 orang berasal dari Manggarai Flores, NTT. Ketiganya adalah mahasiswa. Ini data pasti, sementara data terperinci lainnya terkait ketiga pelaku maupun data para pelaku lain yang masih terus dicari, itu akan kita kabari berikutnya”, urai koresponden jurnalis dari Kota Malang, Jawa Timur kepada redaksi redaksi LN Focus Indonesia News – Larantuka.com

Konfirmasi redaksi media ini (28/09/2019) kepada pihak keluarga korban yang sudah berada di Kota Malang, diinformasikan bahwa keluarga korban didampingi sejumlah pihak tanggal 28 September 2019 akan menemui pihak Polres Malang guna menyampaikan harapan dan dukungan kepada pihak Polresta Malang dalam menuntaskan penanganan perkara termasuk dengan memberikan dukungan kepada pihak Polri untuk meringkus semua pelaku yang sebagian besarnya masih berkeliaran bebas di luar. (Tim/Red)