Home Berita Para Pelaku Penganiaya Mahasiwa di Tlogomas Malang Adalah Mahasiswa Kaum Pendatang

Para Pelaku Penganiaya Mahasiwa di Tlogomas Malang Adalah Mahasiswa Kaum Pendatang

1065
0

LN Focus Indonesia News – Tindak kriminal yang dilakukan sekelompok pemuda dalam kejadian penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap seorang Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, Semester III, Jurusan Arsitek, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena alias Kevin Tena (20 th) perlahan diketahui  status para pelaku ternyata berpangkat sesama mahasiswa.

Berdasarkan data konfirmasi langsung redaksi media ini dengan pihak korban (27/09/2019), diinformasikan bahwa para pelaku ternyata sesama mahasiwa.

Petikan media ini, tiga pelaku yang sudah diringkus pihak Kepolisian Polres Malang dinyatakan sudah berstatus Tersangka, ketiganya sedang menjalani tahanan guna proses hukum lebih lanjut.  

Ketiga TSK (Tersangka) resmi diketahui berpangkat mahasiswa pada sebuah Perguruan Tinggi di Kota Malang. Sementara sejumlah pelaku lainnya masih terus dicari.

“Jumlah pelaku dua puluhan orang. Jumlah pelaku bukan hanya tiga orang. Mereka datang di kost korban lalu mencegat dan meneror dengan kekerasan fisik lalu menyeret dan menggiring korban menuju tempat kost mereka atau tempat kejadian yang sudah mereka siapkan guna menyekap korban, baru mereka melakukan pemukulan, dan penyiksaan di tempat itu. Mereka tidak hanya memukul memakai kaki dan tangan semata tetapi juga menggunakan barang-barang keras seperti kayu”, ungkap Ibu Kandung Korban didampingi korban pada saat menerima sambungan telepon redaksi media ini tanggal 27 September 2019.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/09/terkait-penganiayaan-tokoh-nagekeo-ngada-di-malang-ferry-ceme-bicara/

Terhadap kejadian tragis ini, redaksi sudah menghubungi salah satu Mahasiswa asal Kabupaten Ngada di Kota Malang yang diketahui turut menolong korban dari peristiwa penyekapan dan penyiksaan namun yang bersangkutan belum menjelaskan secara mendetail duduk masalah maupun langkah sikap gerakan moral mahasiswa Ngada yang berada di Malang terhadap proses penanganan lanjutan pihak Kepolisian Polres Malang.

Dikutip redaksi media ini, salah satu tokoh Ngada diluar daerah, Paulus Talo dalam sebuah tanggapannya  atas berita yang dilansir menulis harapan-harapan Mahasiswa Ngada di Kota Malang berinisiatif mendatangi Polresta Malang guna melakukan dialog penanganan kasus agar proses penanganan perkara kepada tiga Tersangka tetap berjalan sambil pencarian para pelaku lain harus terus dikejar.

Berikut petikan tanggapan Paulus Edmundus Talo, salah satu tokoh Ngada terhadap kejadian ini.

“Saya bingung dan rasa sesak di dada bila satu orang dikeroyok ramai-ramai oleh lebih dari 20 orang. Apakah ada manusia yang bersifat binatang liar jahat jahanam seperti halnya Singa, Harimau atau kera perebut mangsa? Kata-kata apa yang dianggap cocok yang pantas disematkan kepada manusia-manusia berhati iblis itu? Maaf, do’a saja tidak cukup. Yang cocok dilakukan adalah tindakan NYATA. Saya sarankan semua mahasiswa asal Ngada bersama-sama, mendatangi Polresta, menghadap Kapolresnya meminta agar para pengeroyok ditangkap semua dan dijebloskan ke dalam tahanan. Selanjutnya, saya minta para mahasiswa kiranya janganlah bersikap aneh-aneh. Belajarlah dengan baik agar biaya orang tuamu, dan waktu belajar mu tidak terbuang Cuma-cuma. Bagi orang tua, berusaha lah untuk mengontrol anak, memberikan dorongan untuk menjaga diri, menjaga waktu dan menjaga dompet. Salam”, urai salah satu tokoh Ngada, Paulus Edmundus Talo. (Tim/Red)