Home Catatan Pojok Bung Red Lembaran Dua Potensi Boros DPRD Ende Bingkai Tim 18 Vs 12

Lembaran Dua Potensi Boros DPRD Ende Bingkai Tim 18 Vs 12

323
0

Catatan Pojok Bung Red

“Persimpangan Pertama Lembaran Dua Potensi Pemborosan Rupiah DPRD Ende. Mengapa dari 30 kursi wakil rakyat, semuanya jalan?. Atau tentang atas nama”, bukan Panja tetapi Panjar?

Pembaca yang budiman !

Goresan sederhana ini dinamakan saja Lembaran Dua Potensi Boros DPRD Ende Bingkai Tim 18 Vs 12. Atau bebaskan saja dari penamaan ini – itu. Kita bisa meniru nama lagu “Tanpa Judul”.

Edisi sebelumnya Bung Red terdesak memberi judul. Sebuah judul yang sangat tidak luar biasa, yakni Persimpangan Pertama DPRD Kabupaten Ende Berpotensi Boros Pakai Uang Rakyat.

Baca : https://larantuka.com/2019/09/persimpangan-pertama-dprd-ende-berpotensi-budayakan-boros-pakai-uang-rakyat/

Tidak luar biasa karena judulnya hanya demikian. Itu tidak luar biasa.

Bung red tunjukan berikut judul-judul yang bisa dikategori luar biasa, misalnya : *DPRD Ende Merdeka dari belenggu hitam godaan politik kekuasaan, kursi dan kedudukan. *DPRD Ende tegas rasionalisasi potensi pembengkakan penggunaan anggaran untuk seluruh perwakilan rakyat. *DPRD Ende menulis koreksi tajam pro pembenahan dalam bingkai revolusi mental bagi tungku perwakilan rakyat. *DPRD Ende tegaskan demi integritas lembaga rakyat maka segala bentuk permainan dalam gedung paripurna termasuk potensi mark-up dana dikupas tuntas di Jalan Eltari Kota Ende. *DPRD Ende naikan bendera pro pemberantasan korupsi, pro penegakan hukum dan seterusnya untuk kenyamanan seluruh rakyat di Bumi Kelimutu Ende. * DPRD Ende pra kondisi wibawa Paripurna dan masa depannya dengan menggelar oto kritik terbuka dikuti strategy audit investigasi internal. Dan lain-lain.

Nah, itu yang luar biasa ! Itu bisa dsebut parade fenomena pro judul luar biasa !

Atau, mungkin dalam menapak lakon harapan-harapan seperti  itu, bersama September 2019 dan bulan-bulan seterusnya selama masa tugas lima tahun membangun karya, DPRD Ende secara senyap mengajak segenap masyarakat dan semua elemen kritis bangsa harus terus menyumbangkan do’a dan batu rewu sua sola leka Du’a gheta lulu wula, Ngga’e ghale wena tana (Mazmur dan Do’a adat kepada Yang Maha Kuasa) mendukung langkah juang Lembaga Perwakilan Rakyat menuju pencapaian bertahab, hingga ujungnya mendemonstrasikan kelas martabat, kelas kualitas dan seterusnya kelas-kelas politik perubahan dan reformasi Lembaga Rakyat di hadapan Kota Pancasila dan masyarakat banyak.

Kita optimis itu. Perwakilan Rakyat pasti bisa wujudkan itu sebab sesungguhnya tidak hanya didukung oleh alam semesta, manusia dan segenap arwah, namun juga Roh Allah terlibat di-undang mengukuhkan semuanya saat sumpah setia pemegang amanat penderitaan rakyat berkumandang melalui berkat pelantikan satu bulan sebelumnya yang sangat tuntas digelar.

Dilantik menjadi pemanggul Amanat Penderitaan Rakyat. Amanat Derita Rakyat. Pemanggul derita. Bukan pemanggul kesenangan, untuk bersenang-senang dan berfoya-foya dibalik derita dan balada rakyat negeri ini.

Ya, lembaran dua persimpangan pertama kita teruskan.

Telusur punya telusur, himpun punya himpun, kita menuju babak lain dalam lensa fenomena yang sama.

Di gedung agung Jalan El Tari Kota Ende, sesungguhnya sudah terkondisi Tim 18 Panja Tatib. Dengan demikian 30 – 18 = 12 dan 12 orang bisa disebut sebagai 12 Non Panja Tatib DPRD Ende.

Ruwet, Panja itu apa?. Panja adalah kependekan dari Panitia Kerja. Jika akurasi data ini tidak tepat, maka koreksi terbuka sangat dibutuhkan guna merubah. Perubahan itu milik kita semua. Sebaliknya jika data yang dihimpun ini benar, maka marilah kita merenung.

Sesekali boleh sambil menggeleng kepala !. Waspada rumput pun turut menggeleng.

Baru satu bulan menjabat sebagai wakil rakyat sudah dua kali Perjalanan Dinas ke Kupang. Bahkan ada yang Perjalanan Dinas sampai ke Jakarta. Perjalanan Dinas pertama melibatkan 30 orang Anggota DPRD untuk Orientasi di Kupang. Perjalanan Dinas kedua, yang normalnya perjalanan hanya 16 orang DPR, ditambah 3 orang Pimpinan yang menggodok TATIB, tetapi melibatkan semua, 30 orang anggota DPRD. Mengapa 30 orang yang jalan, apa substansi konsultasi Tata Tertib sehingga harus libatkan 30 Anggota DPRD?.

Diatas ini Bung Red kembali coppy cuitan Flobamora Terkini dalam penyertaan Catatan Pojok Bung Red edisi Persimpangan Pertama DPRD Kabupaten Ende Berpotensi Boros Pakai Uang Rakyat.

Dengan demikian patut disingkap keberangkatan 30 orang, relevan kah?. Melawan azas kah?. dst.

Lembaga DPRD Kabupaten Ende sendiri sudah menyepakati formasi kerja Tim 18 Panja Tatib. Itu artinya ada perjalanan 12 orang lainnya yang tidak seharusnya dilakukan. Itu yang mencengangkan !

12 Non Panja Tatib DPRD Ende otomatis berposisi diluar ranah itu dan diluar dari kewenangan, atau dengan kata lain semestinya tidak harus berbondong-bondong, turut serta berPanja Tatib.

Jangan-jangan ini tentang Panjar, bukan Panja.  

Ingat bahwa segalanya terkait Penggunaan Uang Negara, uang-uang rakyat yang seharusnya wajib hemat, efektif dan efisien penggunaan !

Entah.

Mungkin hanya para wakil rakyat yang lebih mengetahui relevansinya. Segenap pihak lain yang berada di luar tungku kekuasaan, apalagi bukan sebagai penghuni kursi-kursi wakil rakyat, hanya bisa bertopang dagu. Sesekali mendoakan kebaikan, termasuk batu rewu sua sola leka Du’a gheta lulu wula, Ngga’e ghale wena tana! untuk para wakil rakyat segera merdeka-kan diri dari berbagai potensi liar yang bisa saja mengarah kepada kemerosotan manusia-manusia perwakilan rakyat, bahkan berpotensi kepada perbuatan korupsi masif dibalik gedung terhormat itu.

Waspada, itu tidak boleh terjadi

Ende Kota Pancasila jangan mau dibawa ke balada wakil rakyat terjerat mosi tidak percaya. Jangan ikut digiring ke balada wakil rakyat menunggu nasib untuk di-bui. !!!

Itu yang tidak diinginkan bersama, apalagi oleh konstituen yang dengan susah payah telah mengirim para kader menjadi Pengemban Amanat Derita Rakyat !

Lembaran dua tulisan ini kita batasi. Berikut kita bubuhi informasi data formasi Tim Panja DPRD Kabupaten Ende, lengkap dengan nama wakil rakyat plus parpol.

Selebihnya 12 nama yang patut diketahui publik, sebagai deretan nama non Tim Panja Tatib DPRD Kabupaten Ende.

Namun sebelumnya Bung Red cicil satu kado lain dalam pilihan acak menitip kata kepada perwakilan muda dan atau yang baru terpilih melalui Pilcaleg Tahun 2019.

Pertama, kepada barikade aktifis yang diketahui sudah menjadi wakil rakyat di Kabupaten Ende. Diantara itu kepada Bung Vinsen Sangu, perwakilan PDIP, kaum Marhaen yang sebelumnya telah menulis kisah sebagai salah satu anak muda yang getol menyuarakan perubahan nyata harus digelar.

Merdeka ! Bagaimana saat ini di gedung perwakilan rakyat . Teruslah bersama segenap proses. Bangkitkan naluri DPRD hebat bersama 29 wakil rakyat termasuk di dalamnya unsur-unsur pimpinan DPRD Ende.

Terlibatlah me-Merdeka-kan Perwakilan dari segenap peluang belenggu politik pragmatis di jalan El Tari Kabupaten Ende.

Sementara dari kaum perempuan, secara acak, apa kabar Ibu Meggy Sigasare perwakilan Golkar.

Rakyat menitip kekuatan besar diatas seluruh pundak perwakilan, dan karena itu Ende Lio menanti gerak nyata lakon bersejarah pro Lembaga Perwakilan Rakyat bermartabat.

Selamat mengabdi kepada 30 orang Anggota DPRD Kabupaten Ende di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berikut  kita cermati list tim Panja Tatib DPRD Kabupten Ende, sebagai berikut :

Ini Data Tim 18 Panja Penyusunan Tatib DPRD Kabupaten Ende yakni :

1.Vinsen Sangu – PDIP
2. Sabri Indradewa – PDIP
3. Megi Siga Sare – Golkar (sekretaris PANJA)
4. Ambros Reda – Golkar
5. Vian M. Mesi – NasDem
6. Oni Rega – NasDem
7. Agus Pake – Hanura
8. Iwan Kila – Hanura
9. Orba K. Ima – Gerindra
10. Maxi Deki – Gerindra (Ketua PANJA)
11. Chairul Anwar – Amanat Keadilan Sejahtera (AKS)
12. Fadli (AKS)
13. Moses Paso Pande (PSI)
14. Kanis Riberu (PSI)
15. Mahmud Jegha (Demokrat)
16. Yani Kota (Demokrat)
17. Feri Taso (Ketua DPRD)
18. ERick Rede (Wakil Ketua 1 DPRD)

Berikut ini 12 Nama yang tidak masuk dalam Panja Penyusunan Tatib DPRD Kabupaten Ende :

1.  Sylvia Indradewa (PDIP)
2. Martinus Tata (Golkar)
3. Baltasar Saytua (AKS)
4. H. Hasbulah Mberu (AKS)
5. Virgilius Kami (Demokrat)
6. Siprianus Pendi (Gerindra)
7. Stefanus Bidi (Hanura)
8. Emanuel Minggu (PSI)
9. Hj. Tuti (NasDem)
10. Yulius Cesar Nonga (Fraksi NasDem asal PKB)
11. Syamsudin (Fraksi NasDem asal PKB)
12. Didimus Toki (Hanura)

Persimpangan Pertama Lembaran Dua Potensi Pemborosan Rupiah DPRD Ende.  

Mengapa dari 30 kursi wakil rakyat, semuanya jalan?. Atau tentang atas nama, bukan Panja tetapi Panjar ?

Catatan Pojok Bung Red