Home Berita Komunitas Ngopi Milenial NTT Gelar 1000 Lilin dan Sumpah Mahasiswa

Komunitas Ngopi Milenial NTT Gelar 1000 Lilin dan Sumpah Mahasiswa

227
0

LN Focus Indonesia News – Puluhan Mahasiswa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur gelar aksi solidaritas terhadap dua mahasiswa di Kendari dan satu pelajar di Tanjung Priok yang diduga menjadi korban represivitas aparat saat melakukan demonstrasi.

Komunitas Ngopi Milenial menyebut ketiga orang dalam daftar korban diantaranya Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randy, Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Muh. Yusuf Kardawi dan Pelajar SMK Al Jihad Tanjung Priok, Bagus Putra Mahendra.

Aksi solidaritas ini berlangsung di depan markas Polda Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang (28/09/2019) mulai pukul 17.15 sampai 20.00 WITA dengan pengawalan puluhan Anggota Polisi Resort Kupang Kota.

Selain seribu lilin dinyalakan di atas trotoar jalan, tampak juga pamflet dengan tulisan-tulisan solidaritas beserta karangan bunga mawar.

Rangkuman redaksi, dalam aksi seribu lilin ini para mahasiswa dominan mengenakan pakaian hitam sebagai simbol perkabungan. Mereka membacakan puisi dan lagu-lagu bertema perjuangan sambil menggelar orasi kebangsaan.

Menurut Koordinator Umum Ngopi Milenial Kupang, Zainudin Umar, aksi seribu lilin merupakan wujud belasungkawa atas meninggalnya rekan seperjuangan mahasiswa di Kendari dan Tanjung Priok.

“Kami mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi sehingga menyebabkan kematian, termasuk yang terkena luka ringan dan luka berat,” ungkap Zainudin.

Hal senada disampaikan juga oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Undana Kupang, Elfridus Rivani Leirua Sebleku. Dalam orasinya, Rivan menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Randy, Yusuf dan Bagus Putra Mahendra.

Elfridus Rivani Leirua Sebleku juga menyesalkan tindakan represif oknum-oknum aparat penegak hukum terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait UU KPK dan RUU KHUP di berbagai kota di Indonesia.  

Rivan yang juga sebagai Aktivis GMNI Kupang berharap Kapolri Tito Karnavina mengambil langkah tegas, melakukan investigasi guna mengetahui oknum aparat penegak hukum ataupun oknum Polisi yang tidak bertanggung jawab dalam peristiwa ini dan harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dia menegaskan, dengan kepergian ketiga rekan pejuang dalam duka Bangsa, itu sama sekali tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk terus berjuang membela kebenaran dan menegakkan keadilan.

Usai membacakan puisi-puisi perjuangan dan testimoni kebangsaan, aksi seribu lilin menutup kegiatan dengan menggelar doa bersama dan mengumandangkan Sumpah Mahasiswa Indonesia.

Kegiatan erakhir dengan tertib dan lancar.

Sebelumnya, Komunitas Ngopi Milenial Kupang juga terlibat dalam Aliansi Mahasiswa Kupang menggelar demonstrasi di Kantor DPRD NTT menolak UU KPK, RUU KUHP, mengecam tindakan represif oknum Polisi dan menyerukan semangat persatuan anak bangsa agar tidak melakukan tindakan rasisme dan diskriminasi terhadap sesama anak bangsa. (Emanuel Boli / Tim / Red)