Home Berita KODIM 1624 Flotim Gelar Sosialisai Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme di SMA...

KODIM 1624 Flotim Gelar Sosialisai Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme di SMA Negeri 1 Larantuka

252
0

Larantuka, LARANTUKA.COM – Di tengah rutinitas dan kesibukan peserta didik SMA Negeri 1 Larantuka, Kodim 1624 Flotim hadir untuk memberikan pembinaan komsos untuk cegah tangkal radikalisme dan separatisme, yang akhir-akhir ini menjadi trending topic dan paling banyak menyita perhatian banyak pihak.

Gerakan radikalisme yang pada prinsipnya merupakan aksi ekstrim yang dimotori oleh sekelompok orang yang pada dasarnya ingin merongrong dasar negara yang selama ini telah menjadi pegangan hidup setiap warga masyarakat Indonesia. Sekelompok orang yang dengan tahu dan mau ingin mempengaruhi opini publik melalui gerakan serta aksi yang sangat kejam untuk menggantikan dasar negara Pancasila. Selain itu juga ada gerakan separatisme yang timbul dari oknum-oknum tertentu yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembinaan komsos ini diberikan langsung oleh Dandim Flotim Inf. Komang Agus, M.P, S. Sos. Dalam arahannya, Komang dengan tegas memotivasi serta mengarahkan para siswa untuk membentengi diri dengan sikap anti radikalisme dan gerakan untuk menolak separatisme.

“Peserta didik harus bersikap bijaksana dan hendaknya tidak boleh terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan itu”, demikian Komang Agus dalam pemaparannya. Sementara itu Kepala SMA Negeri 1 Larantuka, Drs. Yakobus Milan Betan, yang diwakili oleh Wakasek Humas, Silvester Witin, S.Fil, mengapresiasi kegiatan pembinaan komsos ini dan sangat mengharapkan agar kegiatan ini tetap dijalankan dan bahkan berlanjut untuk kedepannya.

Witin menguraikan secara singkat paham radikalis dan gerakan separatis dengan menyinggung sedikit soal latarbelakang serta sejarah munculnya paham ini dalam masyarakat Indonesia. Selanjutnya, para siswa juga mendapat arahan serta sosialisasi tentang operasi kirana dari Polres Flores Timur, guna meminimalisir aksi-aksi yang tidak diinginkan seperti tawuran dan perkelahian para siswa, bahaya narkoba dan tindakan asusila yang muncul di kalangan peserta didik. Siswa jaman kini mesti mengikuti pembinaan seperti ini untuk mencegah sesuatu sikap atau gerakan yang tidak diinginkan.(Syl Witin)