Home Berita Ibu Wagub NTT Kukuhkan Nggesa Biri Ende Sebagai Desa Model PKK NTT

Ibu Wagub NTT Kukuhkan Nggesa Biri Ende Sebagai Desa Model PKK NTT

334
0

LN Focus Indonesia News – PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diketuai Ibu Julie Laiskodat melalui Ibu Wakil Gubernur NTT, Nyonya Maria Djogo Nae Soi meresmikan Desa Nggesa Biri di wilayah Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende, Pulau Flores sebagai Desa Model PKK NTT (20/09/2019).

Rangkuman redaksi media ini, kehadiran Ibu Maria Yosef Nae Soi didampingi oleh tim penggerak PKK tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, tim penggerak PKK Kabupaten Ende, tim penggerak PKK Kecamatan Detukeli bersama Camat Detukeli Mansoitus Bana, serta OPD terkait di daerah.

Turut hadir dalam kesempatan ini Asisten I Kabupaten Ende, Kornelis Wara mewakili Bupati Ende beserta Nyoya Djafar serta Isteri mantan Bupati Ende, Nyonya Marsel Petu.  

“Desa Nggesa Biri terpilih menjadi Desa Model PKK NTT. Tahun 2019 Tim Penggerak PKK NTT menggagas program Desa Model PKK atau sebagaimana diluncurkan oleh Gubernur NTT di Desa Mengeruda Kecamatan So’a Kabupaten Ngada pada tanggal 2 Mei 2019. Strategy PKK NTT untuk Desa Model adalah melakukan potret kondisi awal tim PKK Desa dan kondisi keluarga-keluarga di tingkat Desa guna selanjutnya melakukan intervensi oleh Tim Penggerak PKK tingkat provinsi, tingkat kabupaten, kecamatan, desa yang bersinergi dengan OPD terkait”, ungkap Ibu Wakil Gubernur NTT, Maria Djogo Nae Soi.

Menurut Ibu Maria Djogo Nae Soi, gerakan PKK belum dikenal luas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. Sementara kelompok Dasa Wisma sebagai ujung tombak gerakan PKK yang berfungsi sebagai bank data, secara umum belum dibentuk.

Sebaliknya kelompok-kelom;ok Dasa Wisma yang sudah dibentuk, tambah dia, diketahui belum maksimal dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, masih sebatas membuat kegiatan arisan, meskipun arisan juga sangat penting dan dibutuhkan.

“Jika kelompok Dasa Wisma sudah bekerja dengan baik, maka pengurusnya bisa melakukan data warga, data keluarga, data aktifitas warga. Sasaran gerakan PKK adalah keluarga-keluarga miskin, warga dengan tiga buta, buta baca, hitung dan tulis, selanjutnya usia sekolah yang drop out, ibu hamil menyusui, balita gizi buruk, rumah tidak layak huni dan masih banyak lainnya yang dapat difasilitasi dan diberdayakan”, urai Ibu Maria Djogo Nae Soi.

Dipastikan setelah potret kondisi awal dan sentuhan intervensi, pada akhirnya akan dilakukan potret kondisi akhir Desa Model PKK dengan harapan terjadi peningkatan profesionalisme tim penggerak PKK Desa bersama seluruh kadernya dan juga terjadi peningkatan kulaitas sumber daya manusia, peningkatan pendapatan keluarga, peningkatan derajat kesehatan dan kualitas lingkungan hidup.

Ibu Maria Djogo Nae Soi juga menyampaikan angka kemiskinan di NTT masih cukup tinggi atau menempati urutan 3 secara nasional, sementara angka balita stunting masuk kategori tertinggi secara nasional bahkan urutan kedua untuk ASEAN, menyusul kasus-kasus lainnya seperti humman traficing, Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang masih cukup tinggi, kekerasan terhadap anak khususnya perempuan, masalah balita gizi buruk, masalah sampah dan sejumlah masalah lainnya yang menuntut kerja keras semua pihak agar Nusa Tenggara Timur maju lebih baik dari waktu ke waktu.

Kutipan rekaman tim redaksi media ini, Sekretaris Desa Nggesa Biri, Felix Ndoki mewakili warga masyarakat Desa dan Kepala Desa setempat Sebastianus Bawa, menyampaikan terimakasih dan harapan usai menerima pengukuhan Desa Nggesa Biri menjadi Desa Model TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak, kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah menetapkan Desa Nggesa Biri sebagai Desa Model. Harapan kami adalah terus dilakukan pendampingan maupun bimbingan sebab walaupun sebagai Desa Model kami merasa masih terdapat banyak kekurangan yang harus terus dilakukan pendampingan dan bimbingan agar lebih baik lagi kedepannya”, ungkap Sekretaris Desa Nggesa Biri, Felix Ndoki.  (Tim/Red)