Home Berita Emas STFK Ledalero: Penanaman Sukun dan Pelepasan Burang Merpati

Emas STFK Ledalero: Penanaman Sukun dan Pelepasan Burang Merpati

223
0

Oleh : Sil Witin

LARANTUKA.COM – Maumere, Minggu, 08 September 2019 mengisahkan kenangan indah segenap Civitas Akademika, para alumni dan segenap umat Allah yang hadir dengan penuh antusias mengikuti perayaan Eksristi puncak perayaan 50 Tahun Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero.

Ledalero, nama yang sudah mendunia merupakan sebuah nama yang diambil dari bahasa Sikka, gabungan dari dua suku kata yaitu Leda dan Lero. Leda artinya sandar dan Lero artinya matahari. Ledalero artinya tempat sandar matahari. Entah apa alasan para pendiri seminari tinggi ini pada tahun 1937 memilih nama ini nenjadi nama resmi Seminari Tinggi milik Tarekat SVD.

Pelepasan 50 ekor Burung Merpati

Saya berinterpretasi serta berasumsi bahwa dengan penganugerahan nama ini para pendiri Ledalero optimis dan menaruh harapan agar dari Ledalero yang adalah rumah rahim kehidupan ini terpantul kemilau serta gemerlap kasih Allah yang menerangi semesta jagad. Pengejahwantahan dari nama itu kini telah terbukti. Benar adagium Latin ini, Nomen est Omen, nama itu sesungguhnya adalah sebuah tanda. Menurut data, sejak berdirinya tahun 1937, Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero ini telah menghasilkan 5.800 alumni yang tersebar di seantero jagad ini. Ada 19 orang menjadi uskup, sebanyak 1.822 orang imam/pastor dan 3.78i awam. Sekitar 500 orang lulusannya kini sedang berkiprah dan berkarya sebagai misionaris yang berkarya di lima benua ini.

Perayaan Ekaristi meriah ini dipimpin langsung oleh Mgr. Oswaldus, uskup keuskupan Maumere. Hadir juga dalam perayaan Ekaristi ini, Mgr. Frans Kopong Kung, Pr dan uskup Emeritus Mgr. Kherubim Parera, SVD, Pater Superior General SVD, Pater Dr. Paul Budi Kleden, SVD.

Perayasn Ekaristi di pelataran tengah depan Kapela Agung Ledalero ini sempat menyedot perhatian sekian ribu umat manusia. Hadir sekitar ratusan imam dan biarawan-biarawati yang semakin menambah kusuk dan sakralnya perayaan akbar ini. Koor yang menampilkan suara suara merdu para frater yang sudah diakumulasikan dengan kelompok paduan suara dari umat seputaran Maumere memberikan nuansa khusuk dan khidmat perayaan Ekaristi. Dirigen utama Pater Yustin Genohon, SVD, semakin menyemarakan perayaan ekaristi ini. Satu hal yabg sangat menarik dan membuat umat merasa terkesan yaitu bagian doa umat yang dibawakan langsung oleh para frater dan alumni dalam berbagai bahasa, yaitu bahasa Mandarin, Arab, Tetun dan bahasa Indonesia.

Pater Superior General SVD, Pater Paulus Budi Kleden, SVD, sebagai pengkotbah sempat memberikan inspirasi menarik kepada para umat yang hadir untuk menjadi pewarta kebenaran itu sendiri. Perayaan Ekaristi ini ditutup dengan pemberkatan pohon sukun, oleh yang mulia bapa uskup Maumere. Pohon sukun sebagai sebuah pohon kebijaksanaan yang selalu memberi dan mengajarkan ilham kebijksanaan kepada setiap insan pencinta kebijaksanaan, terkhusus segenap civitas akademika Ledalero dalam kiprahnya di tengah tatanan dunia dewasa ini.

Hendaknya kita belajar pada falsafah pohon sukun yang bertumbuh rindang dalam keheningan dan memberikan kerindangan dan kesejukan bagi setiap insan. Selain penanaman pohon sukun, ada juga ritual pelepasan burung merpati 50 tahun STFK Ledalero oleh ketiga uskup, pater superior general SVD, pater Provinsial SVD Ende dan Pater Provinsial SVD regio Timor Leste. Burung merpati dilepaskan dari bukit Leda untuk terbang ke angkasa jagad dan selanjutnya membawa sebuah pesan prophetis untuk disampaikan ke semua orang.

Pesan profetis di jaman ini menjadi sebuah keniscayaan. STFK Ledalero sebagai sebuah sekolah tinggi juga sebagai sebuah almamater, rahim kehidupan, ibu yang telah mengandung dan melahirkan para imam, biarawan biarawati dan awam katolik untuk berkarya di dunia dewasa ini. Ledalero sebagai rahim yang telah melahirkan para mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmu. Pelepasan burung merpati 50 tahun, menginspirasi kita dan segenap umat yang hadir untuk bermisi ke tapal batas. Hal ini sejalan dengan misi utama SVD yaitu berpastoral dan bermisi di tapal batas. Dan ingat misi kita ada dimana mana*. ( Sil Witin )