Home Berita Aniaya Mahasiswa Di Kos Tlogomas Malang, Keluarga Minta Polresta Ringkus Total

Aniaya Mahasiswa Di Kos Tlogomas Malang, Keluarga Minta Polresta Ringkus Total

1359
0

“Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, Semester III, Jurusan Arsitek, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena alias Kelvin (20 th) asal Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores-NTT, terpaksa dirawat intensif di Kota Malang atas tindakan tragis, aksi kelompok bibit unggul premanis yang menyekap dan mengeroyok korban”.

Ln Focus Indonesia News – Keluarga korban penyekapan dan penganiayaan oleh sekelompok pelaku, TKP sebuah Kost Gang 1 Tlogomas Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur mengungkapkan duka air mata mereka (26/09/2019) saat tim media ini melakukan wawancara langsung di Komples Pensiunan, Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya dikabarkan, video brutal aksi premanis keroyok Kevin, Mahasiswa asal Ngada yang tengah menimba ilmu di Kota Malang, Jatim.

Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang, Semester III, Jurusan Arsitek, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena alias Kelvin (20 th) asal Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores-NTT, terpaksa dirawat intensif di Kota Malang atas tindakan tragis, aksi kelompok bibit unggul premanis yang menyekap dan mengeroyok korban.

Baca : https://larantuka.com/2019/09/video-brutal-premanisme-keroyok-kelvin-mahasiswa-ngada-di-kota-malang/

Kakek korban, Vitus Witu dan Nenek Korban, Maria Tena ditemui media ini di kediaman Komples Pensiunan Mataloko Kabupaten Ngada (26/09/2019) menuturkan kekesalan keluarga korban atas tindakan brutal yang menimpa anak cucu mereka.

“Kami tidak sanggup menonton tragisnya perlakuan terhadap anak cucu kami seperti itu. Itu perlakukan tanpa kemanusiaan dan sangat bernaluri hewan yang dipamerkan kepada anak cucu kami selaku korban. Kami minta dengan sangat hormat kepada pihak Polri, secara khusus kepada Polresta Malang meringkus semua pelaku yang telah menyekap dan menganiaya anak cucu kami. Sejauh yang kami tahu sementara ini baru dua pelaku menjadi Tersangka setelah keduanya ditangkap dan ditahan. Pelakunya mencapai 20 orang maka kami minta Polri menangkap semua pelaku dan dipenjarakan seberat-beratnya”, ungkap Vitus Witu selaku Kakek Korban.    

Berdasarkan informasi yang sudah diketahui pihak keluarga korban, korban dijadikan mangsa kekerasan tidak bertanggungjawab oleh para pelaku, pasalnya hanya karena pada semester I Mahasiswa Kampus Tribuana Tungga Dewi Malang, korban dalam hal ini Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena tertarik dengan organisasi bela diri PSHT, Pencak Silat Setia Hati, salah satu kegiatan extra kampus di Universita Tungga Dewi Malang.

Dari situ, sambung keluarga korban, Alexandro Reynaldi Vincent Witu Tena mengedit foto wajahnya seolah-olah tengah mengenakan seragam persilatan PSHT.

Pasalnya, dari foto edit yang dibuat si korban tersebut, tidak merusak apapun dalam tampilan seragam PSHT termasuk logo dan symbol-symbol PSHT yang sebenarnya tetap utuh sebagaimana mestinya.

Korban juga tidak menempel wajah pihak lain diatas baju seragam persilatan tersebut, sebaliknya hanya menempatkan wajahnya sendiri karena kesukaannya terhadap PSHT dan korban sendiri tertarik mau bergabung mengikuti kegiatan extra bela diri PSHT.

Sebelumnya, kisah edit foto ini tidak perna ditanggapi sejak pasca pengeditan dimana korban masih duduk di semester I, namun musibah penyekapan dan penganiayaan dengan modus diduga karena tidak puas atas pengeditan tersebut justeru baru terjadi pada saat korban sudah duduk di semester III Kampus Tribuana Malang, yakni pada tanggal 22 September 2019, atau satu tahun setelahnya baru terjadi pengeroyokan tragis hingga nyaris menghabisi nyawa korban.  

Atas musibah ini, Ibu Kandung Korban, Senza Tena sudah tiba di Kota Malang pada tanggal 26 September 2019 dan langsung menuju tempat puteranya dirawat usai diselamatkan sekelompok mahasiwa dari organisasi daerah asal Ngada di Kota Malang.

Konfirmasi sementara redaksi media ini terhadap ibu kandung korban yang sudah berada di Kota Malang, Senza Tena menyampaikan permohonan dukungan semua pihak serta doa agar semua proses yang dilalui, termasuk proses hukum atas perbuatan para pelaku berjalan sesuai rel ketentuan yang berlaku dan seluruh pelaku, kata ibu kandung korban, harus dapat dibekuk pihak Polresta Malang guna mempertanggungjawabkan perbuatan keji mereka yang telah menyekap dan menganiaya puteranya. (Tim/Red)   

Keterangan Foto : Kakek dan Nenek Kandung Korban : Vitus Witu dan Maria Tena / dokumen Redaksi LN Focus Indonesia News