Home Berita UPTD Puskesmas Oka Gandeng PKK Kelurahan Waibalun Gelar Sosialisasi dan Deteksi Dini...

UPTD Puskesmas Oka Gandeng PKK Kelurahan Waibalun Gelar Sosialisasi dan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara

206
0
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kab. Flores Timur, Ny. Lusia B. G. Hadjon berfoto bersama Kepala UPTD Puskesmas Oka, Ketua TP PKK Kec. Larantuka dan Kel. Waibalun bersama Pokja IV.

“Penyakit kanker merupakan pembunuh nomor dua di dunia saat ini. Dulunya penyakit AIDS menjadi penyakit yang menakutkan, tapi sekarang penyakit kanker menjadi ancaman yang serius juga untuk kaum perempuan dan ibu-ibu. Oleh karena itu Pemerintah Pusat hingga ke Kementrian Kesehatan sampai ke pemerintah desa, khususnya PKK desa, pada Pokja IV kami sama-sama bergandeng tangan menciptakan perempuan Indonesia, perempuan NTT, perempuan Lamaholot yang sehat sehingga menghasilkan generasi Flores Timur yang sehat ke depannya,” ungkap Ny. Lusia B. G. Hadjon selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Sosialisasi dan Diteksi Dini Kanker Servis dan Kanker Payudara Melalui Pemeriksaan IVA dan SADANIS di Balai Desa Kelurahan Waibalun, Jumat (16/08/2019). Sosialiasi Kanker Serviks dan Kanker Payudara dilakukan oleh Bidan Joria Parmin, SST.,M.Keb, Kasie Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, sementara Pemeriksaan IVA dan SADANIS dilakukan oleh UPTD Puskesmas Oka. Kegiatan ini pun terselenggara berkat kerjasama UPTD Puskesmas Oka dan Tim Penggerak PKK Kelurahan Waibalun.

“Perempuan sakit, maka generasipun sakit,” lanjutnya. Menurutnya, kesehatan perempuan sangat berpengaruh besar kesehatan anak. Bila seorang ibu mengidap kanker, maka 30% kemungkinan akan diwariskan kepada anaknya. Oleh karena itu seorang ibu harus memperhatikan kesehatannya demi generasi yang akan dilahirkannya.

“Di tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Flores Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan telah mengadakan vaksin untuk 250 anak sekolah di SMPK Mater Inviolata dan SMPK St. Gabriel Larantuka. Dalam tahun berjalan pula telah diadakan pemeriksaan terhadap kaum ibu di beberapa desa dan kelurahan di Flores Timur. Dari catatan tahun pertama, Kecamatan Klubagolot mendapat peringkat yang cukup tinggi. Sehingga pada akhir bulan Agustus ini akan diadakan pemberian vaksin kepada anak-anak SMP di Kecamatan Klubagolit,” jelasnya.

Ny. Lusia B. G. Hadjon juga berharap bahwa kaum ibu di 18 kelurahan dan 2 desa di Kecamatan Larantuka juga akan segera diperiksa sehingga dapat ditangani secepat mungkin bila ditemukan ibu-ibu yang mengidap kanker. Mahalnya harga vaksin harus juga menjadi pertimbangan ibu-ibu sehingga mau dan rela datang memeriksakan diri sedini mungkin.

Ketua TP PKK Kab. Flores Timur, Ny. Lusia B. G. Hadjon sedang memberikan sambutan membuka kegiatan.

“Harapan saya, ibu-ibu yang hadir hari ini nanti dapat pulang dan mempengaruhi ibu-ibu yang lain  agar datang dan memeriksakan diri sehingga dapat diketahui secara pasti kondisi kesehatannya dan segera mendapatkan pelayanan,” tutupnya.

Kepala UPTD Puskesmas Oka, Bernadete Temego Kerans, Amd.Kep., menjelaskan bahwa ibu-ibu yang memeriksakan diri hari ini tidak perlu merasa khawatir karena tim medis dari Puskesmas Oka senantiasa melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP yang ada. Selain itu pula, para bidan yang menjalankan tugasnya ini juga terikat pada rahasia jabatan yang diembannya. “Bila ada yang mengatakan bahwa hasil dari pemeriksaan ini akan dipublikasikan di media sosial maka itu hoax!” tegasnya.

“Di Puskesmas Oka pun sekarang sudah tersedia pelayanan Criyotherapy bagi yang IVA Positif, sehingga pelayanan dapat segera diberikan,” lanjutnya sembari menambahkan bahwa di Flores Timur, pelayanan Criyo Therapy ini sudah terdapat di dua puskesmas, yakni di Puskesmas Waiwadan dan Puskesmas Oka.

Bidan Joria Parmin, SST.,M.Keb, selaku pemateri, dalam presentasinya mengingatkan bahwa penyakit kanker merupakan salah satu jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang saat ini telah menjadi ancaman yang serius, juga bagi kaum perempuan dan ibu-ibu. “Infeksi dengan HPV kadang tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak tahu mereka terinfeksi HPV, dan banyak orang dapat menularkan HPV tanpa menyadarinya,” tandasnya.

Sedangkan menyangkut penyakit kanker payudara, wanita yang sukses memimpin Program 2H2Centre ini menerangkan bahwa sebanyak 2 dari 10.000 perempuan atau 21,5/100.000 penderita baru payudara setiap tahunnya. Guna mengantisipasi kanker payudara, lanjutnya dapat dilakukan melalui SADARI atau Periksa Payudara Sendiri.

Bidan Joria Parmin, SST.,M.Keb, Kasie Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur.

“Setiap wanita, tanpa memandang umur, status pernikahan, status pendidikan, status sosial, status ekonomi, tidak luput dari ancaman penyakit kanker ini, kecuali dia tahu, mengenali gejala, waspada, menghindari faktor resiko, mendeteksi dini secara rutin, dan menjalankan pola hidup sehat,” paparnya.

Melihat antusias kaum perempuan dan ibu dari Kelurahan Waibalun yang sangat besar untuk melakukan pemeriksaan IVA dan SADANIS ini, wanita yang juga memiliki Klinik Bersalin Ema ini mengaku sangat gembira. “Saya sangat senang karena berjalan lancar dan menjadi peserta terbanyak selama saya turun ke desa-desa untuk kegiatan ini. Biasanya jumlahnya 60-an orang,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Waibalun, Ny. Elisabeth S. J. Balun Kerans. “Kami sangat senang untuk kerjasama yang baik dari UPTD Puskesmas Oka, Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kelurahan Waibalun, khususnya Pokja IV serta ibu-ibu yang secara sukarela telah datang dan memeriksakan diri,” tuturnya.

Suasana Pendaftaran Pemeriksaan IVA dan SADANIS

Sementara itu, Bidan Koordinator Puskesmas Oka, Fransiska Tapun mengutarakan bahwa kegiatan ini merupakan suatu inovasi puskesmas karena selama ini sasaran Pemeriksaan IVA dan SADANIS yang datang untuk melakukan pemeriksaan di puskesmas Oka sangat jarang tiap bulannya. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa ‘pelayanan jemput bola’ ini harus tetap dilaksanakan sehingga tercapai target. “Ke depannya, kegiatan semacam ini akan juga dilaksanakan di 7 kelurahan dan 2 desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Oka,” tutupnya.   

Dalam kegiatan ini, juga dilakukan screening malaria dan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi peserta yang hadir. Kegiatan yang dihadiri juga  oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Larantuka, Ny. M. Helena Da Santo Dollu ini, mencatat sebanyak 134 ibu yang hadir mengikuti sosialiasi, dan sebanyak 120 ibu yang melakukan pemeriksaan.

Tenaga medis Puskesmas Oka bersama pemateri