Home Berita Mengeksekusi Gagasan

Mengeksekusi Gagasan

202
0
Zaeni Boli bersama Siswa-siswa SMK Sura Dewa pada Karnaval Peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Foto: Maksimus Masan Kian

Larantuka, LARANTUKA.COM – Perayaan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang setiap tahun diperingati oleh seluruh warga masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat kabupaten Flores Timur, diikuti berbagai kegiatan kemeriahaan lainnya. Salah satu yang selalu dilaksanakan adalah Karnaval yang melibatkan seluruh OPD maupun instansi dan lembaga.

Pada setiap kegiatan Karnaval, setiap perserta berlomba menampilkan berbagai profesi yang terlihat dari kostum maupun seragam yang dikenakan. Dari tahun ke tahun, hampir tidak ada yang berbeda.

Melihat kenyataan yang ada, Zaeni Boli berusaha untuk mencari dan menampilkan hal baru pada Karnaval kali ini. Kepedulian beliau pada lingkungan dan ekosistem mendorong Zaeni untuk kemudian memanfaatkan sampah untuk dijadikan materi parade kostum pada Karnaval yang berlangsung sejak pukul 14.00 WITA dengan titik akhir Rumah Jabatan Bupati Flores Timur.

Ide mengenai sampah bukanlah hal baru bagi publik Flores Timur. Sampah telah menjadi isu yang hampir tidak ada jalan keluarnya di tengah berbagai kritikan tanpa aksi nyata. Keberadaan sampah sesungguhnya mencitrakan seberapa peduli masyarakat pada lingkungan tempat tinggalnya.

Karena itu bersama siswa dan siswi SMK Sura Dewa, Zaeni Boli dibantu oleh Vera Korohama sebagai penata kostum serta Zhul Tatto sebagai penata rias, menggunakan sampah yang didaur ulang dan digunakan sebagai kostum pada Karnaval HUT RI ke-74 di kota Larantuka. Penampilan para siswa dan siswa SMK Sura Dewa yang berbeda dari peserta lainnya mengundang decak kagum serta mendapat apresiasi dari warga masyarakat yang hadir sepanjang rute Karnaval yang berakhir di Rumah Jabatan Bupati Flores Timur.(ZB)