Home Berita IKTL Waibalun Luncurkan Buku Wajar Adanya Kata Karya Romo Stefen Kelen

IKTL Waibalun Luncurkan Buku Wajar Adanya Kata Karya Romo Stefen Kelen

197
0
Rm. Stefen diapit oleh Sil Witin dan Rm. Andreas Wolo - Foto: Sil Witin

Waibalun, Larantuka.com – Kesibukan memadati siang yang garang itu kembali merasuki wajah segenap Civitas Akademika Institut Kelautan dan Teknologi Larantuka (IKTL) Waibalun, Sabtu, 6 Juli 2019. Bertempat di Auditorium utama berlangsung acara peluncuran buku WAJAR ADANYA KATA karya Romo Stefen Kelen, M I kom, Pr.

Romo Stefen dalam kesehariannya sebagai seorang imam projo keuskupan Pangkalpinang begitu peduli terhadap realitas kehidupan sosial politik yang terjadi di tengah arus globalisasi dewasa ini. Sebagai seorang imam, beliau sadar juga akan tugas profetisnya sebagai seorang nabi masa kini yang mau tidak mau harus terjun dan terlibat bersama umat dalam menghadapi gejolak dunia dewasa ini.

Lebih dari sekedar judul, kata-kata dalam buku “Wajar Adanya Kata” merupakan ekspresi kesadaran profetisnya. Hidup ini sesuatu yang wajar dan nyata. Kita tidak mampu memahami dunia tanpa menjadi pelaku di dalamnya. Manusia menjadi subyek utama sejarah untuk memunculkan harapan dan peluang. Manusia itu pelaku tetapi tentu bukanlah tuan atas waktu. Bumi tempat kita berpijak membentuk kita untuk bisa kandas atau hanya bisa berhasil karena kekuatan senjata, orang ramai dengan kekayaan. Dan satu kekuatan yang kita miliki harus terucap melalui kata-kata yang wajar dan beretika.

Peluncuran buku karya Romo Stefan ini dilanjutkan dengan diskusi ilmiah dan telaah singkat buku “Wajar Adanya Kata” dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Pater Dr. Andreas Atawolo, OFM dan Vinsensius C. Lemba, S.Fil MPd, rektor IKTL Waibalun.

Romo Andreas Atawolo mengapresiasi karya ini dan lebih lanjut menegaskan bahwa sebagai seorang imam dewasa ini, Romo Stefen sadar akan keterpanggilannya sebagai seorang imam dan nabi yang hidup di tengah Gereja sebagai sebuah persekutuan atau koinonia. Romo stefen tidak tinggal diam tetapi ikut aktif dan berpartisipasi dalam tugasnya sebagai pelayan gereja. Beliau telah mengambil peran dalam Trinumera Kristus yaitu menjadi nabi, imam dan raja yang selalu terpanggil untuk peduli terhadap dunia dan umat. Romo Stefen selalu terpanggil untuk senantiasa berjuang bersama kaum miskin dan yang terpinggirkan.

Selanjutnya, bapak Vinsensius Lemba, rektor IKTL, juga mengapresiasi penulis karena kepedulian dan keberpihakan melalui suara dan seruan profetisnya. Karya Romo Stefen ini aktual dan punya kontribusi untuk dunia pendidikan dewasa ini. Kata “Rumah” dalam karya Romo Stefen ini dikontradiksikan dengan istana. Menurutnya, sekolah harus jadi ruang ekspresi kemerdekaan. Oleh karena itu maka moralitas guru serta kualitas iman seorang guru harus tanpa pamrih, demokratis.

Kegiatan diskusi ini dimoderatori oleh bapak Benyamin Tukan. Sebagian peserta yang hadir diantaranya para alumni sesado Hokeng, Romo Gius Lolan, Pr, Pater Agus keraf, SVD dan juga bapak Silvester Witin, S.Fil. semunya memberikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Romo Stefen karena memberikan sumbangan pemikiran ilmiah untuk generasi milenial dan juga khusus untuk para politisi dan pemerintah dewasa ini di Lewotanah Flores Timur untuk senantiasa berpikir bijaksana dan berkata baik dan jujur melalui kebijakan-kebijakan strategis yang pada prisipnya harus berpihak pada masyarakat banyak atau bonum comune. Kata-kata yang wajar adalah senjata bagi setiap kita untuk berkiprah di dalam tatanan dunia ini.(SW)