Home Berita Terkait Bansos, Kader Nasdem Ngada Dorothea Temui KPK Minta Bongkar Tuntas Bansos

Terkait Bansos, Kader Nasdem Ngada Dorothea Temui KPK Minta Bongkar Tuntas Bansos

3098
0

LN Focus Indonesia News – Merasa nama baiknya ikut dicemar melalui sejumlah akun facebook yang menebar isu dan kabar hoax tidak benar di daerah, salah satu kader Partai Nasdem Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, Dorothea Dhone yang juga Wakil Ketua I DPRD Ngada, pada Kamis, 9 Mei 2019 secara inisiatif pribadi langsung mendatangi gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Bilangan Kuningan, Jakarta Pusat.

Kepada awak media di Jakarta 9 Mei 2019, wanita yang akrab disapa Orthy ini mengatakan inisiatif kehadirannya di KPK adalah sebagai wujud pro aktif sebegai warga negara mendukung kerja-kerja Pemberantasan Korupsi, sekaligus meminta KPK mengusut tuntas dan membongkar scandal Bansos di Kabupaten Ngada, sebab akhir-akhir ini di Kabupaten Ngada ramai beredar informasi dan sebaran topik tuding menuding bahwa Ngada diduga secara masif terjadi scandal korupsi Dana Bansos yang tidak terusut dengan baik dan belum direspon elemen hukum manapun.

Selainitu Dorothea juga mengkonfirmasi informasi dari seseorang, pasalnya berstatus Anggota Polri yang menyebut dirinya telah berada dalam radar KPK karena terlibat dalam dana Bantuan Sosial (Bansos).

“Ada oknum Anggota yang menyebar isyu mulai dari sebelum dan selama proses pilcaleg, menyebar informasi ke masyarakat khususnya masyarakat di Dapil saya, bahwa sebentar lagi KPK akan menjemput sejumlah orang karena menggelapkan dana bansos,” kata Orthy.

Ditambahkan, isu hoax tersebut sengaja disebarkan untuk membunuh character dan menjatuhkan nama baik dengan tujuan membentuk anti pati dari masyarakat dan dengan maksud agar tidak terpilih dalam Pilcaleg.

“Saya tahu mereka tidak suka karena saya dianggap suka berbicara apa adanya dalam menjalankan fungsi pengawasan Wakil Rakyat, bahkan mengkritik kinerja pemerintah (eksekutif) termasuk hal-hal dugaan korupsi dan lain-lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Dorothea Dhone balik mempertanyakan integritas para penyebar informasi di daerah termasuk pemosting yang mengatasnama KPK dalam mengendus permainan kotor di daerah.

“Jangan-jangan ada modus operandi seperti makelar atau juga broker yang bermain akrobatik atas nama lembaga dan institusi hukum”, tambahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan pantauan LN Focus Indonesia News (Larantuka.Com) pada postingan jejaring media sosial Facebook, Rabu, 8 Mei 2019, akun Facebook atas nama Elsha Deku, mengaku dirinya tim KPK Kabupaten Ngada, menyebut selain 7 nama anggota DPRD Ngada menerima dana Bansos sebesar 5, 5 Miliar Rupiah untuk kampanye dan serangan fajar. Mereka antara lain termasuk (alamarhum) Sely Raga Tua, Marsel Nau, Raymundus Bena, Ruly Raja, Alosiyus Soa, Yohanes Sui dan juga nama Helmut Waso. (Tim/Red)