Home Berita Koalisi Besar Rakyat Indonesia Gugat Penjualan Orang NTT

Koalisi Besar Rakyat Indonesia Gugat Penjualan Orang NTT

245
0

LN Focus Indonesia News – Aksi Anti Perdagangan Orang kembali digelar dengan melibatkan gabungan kekuatan rakyat dari berbagai organisasi gerakan turun ke jalan menyuarakan stop jual orang NTT.

Rangkuman media ini, aksi rakyat Indonesia dilaksanakan pada Sabtu 4 Mei 2019, dengan judul gerakan Kampanye Anti Penjualan Orang. Rute aksi massa Polda NTT,  Kantor Gubernur NTT pukul 07.00 wita hingga selesai Senin, 6 Mei 2019.

Sebelumnya melalui surat nomor istimewa kepada seluruh media massa diterangkan undangan Aksi Anti Perdagangan Orang. Ditegaskan, jenazah korban penjualan manusia tidak henti berdatangan.

Peti mati yang asal dikemas, jenazah yang terlantar di ruang jenazah, utang mencekik karena setelah meninggal pun masih dijual adalah beberapa fakta yang mencipta kertak gigi dan ratap.

Gerakan Rakyat mengungkapkan pada tahun 2018, Provinsi NTT memanen 105 jenazah TKI. Hanya 3 orang yang prosedural, versi BP3TKI, Kupang. Berikutnya per bulan April tahun 2019, 36 warga Nusa Tenggara Timur meninggal karena dibunuh. Dibalik angka-angka mempunyai kisah tragis dan harus segera dilawan.

Sementara kekejian terbaru, Majikan Adelina memperlakukan Almarhum Adelina Sau layaknya seperti binatang lalu meninggal dunia pada 12 Februari 2018, kini divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi Malaysia, tanggal 18 April 2019. Sudah selayaknya Pemerintah Malaysia bertanggungjawab atas vonis yang tidak berperi kemanusiaan dan Pemerintah Indonesia wajib bersikap tegas atas vonis bebas tersebut.

Berikut petikan redaksi LN Focus Indonesia News, Gabungan Rakyat Indonesia, Organ yang yang terdaftar dalam kegiatan aksi yakni Badan Pembantu Pelayanan, Advokasi Hukum dan Perdamaian Sinode GMIT, IRGSC atau Institute Resource of Governance and Social Change,  JRUK Kupang atau Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan, SBMI NTT atau Serikat Buruh Migran Indonesia, Kampung NTT atau Komunitas Penulis Kompasiana Kupang NTT,  GMKI atau Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia-Cabang Kupang, OPSI NTT atau Organisasi Perubahan Sosial Indonesia.

Berikutnya, PERMASI atau Perhimpunan Mahasiswa Sikka, YSPI atau Yayasan Sosial Penyelenggaraan Ilahi-Kupang, Komisi Keadilan dan Perdamaian CMF, KFK atau Komunitas Film Kupang, FORMMULLA atau Forum Mahasiswa Muslim Lamba Leda,  PERMATA atau Perhimpunan Mahasiswa Lembata, PERMASNA atau Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo, GEPSI (Gerakan Pemuda Sikka), KEMMAS Kupang (Kelompok Mahasiswa Maumere Sa Ate, HIPMAD Kupang (Himpunan Mahasiswa Pelajar Dolulolong),  SHI Kupang (Sekolah Harmoni Indonesia), PMKRI Cabang Kupang (Perhimpunan Mahasiswa Katolik), PIAR Kupang (Pengembangan Inisiativ dan Advokasi Rakyat).

Selanjutnya, JPIT Kupang (Jaringan Perempuan Indonesia Timur), Rumah Harapan Kupang,  LK FKIP UKAW (Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UNKRIS Artha Wacana Kupang, LMND KLB (Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi),  CAM (Colo Teme Art’s Movemevent), IMMALA Kupang (Ikatan Mahasiswa asal Malaka),  WALHI ED NTT (Wahana Lingkungan Hidup Eksekutif Daerah NTT), KOMPAK Kupang (Komunitas Peace and Maker), Komunitas Talepo 30. Komunitas Dialektika Kupang, IPPB (Ikatan Pemuda Pelajar Baranusa), Rumah Mentari Kupang, IKMMAB (Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai Barat), PERMADA (Perhimpunan Mahasiswa Ngada)  IM3 (Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai), Komunitas Leko Kupang, Komunitas Lopo Mileneal,  BEMJ Pend Sosiologi Universitas Muhamadiyah, Serikat Pekerja Nasional, IPELMEN (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Ende) Kupang, PERMAWI (Perhimpunan Mahasiswa Wewiku) Kupang.

Asosiasi Lopo Demokrasi, BEMF HUKUM Universitas Muhammadiyah Kupang, BEM POLITEKNIK NEGERI KUPANG, PERMAHI Kupang (Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia), PMII Cabang Kupang (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), PIKUL (Penguatan Institusi dan Kapasitas Lokal), SKOLMUS (Sekolah Multimedia untuk Semua),  LALI (Lembaga Ata Lanta Indonesia), IKAMABAN (Ikatan Mahasiswa asal Amnuban),  PERMATAR Kupang (Perhimpunan Mahasiswa Mataru), Komunitas Peduli BMI NTT, FPR NTT (Front Perjuangan Rakyat), Gaharu Institute, ORMAWA UNDANA, HIPMMAS KUPANG (Himpunan Mahasiswa Soa), KEMAH Solor (Kelompok Mahasiswa asal Solor),  PADMA Indonesia, JARNAS ANTI TPPO 60. POKJA MPM, HIMTAB Kupang (Himpunan Mahasiswa Tasifeto Belu), IMPN Kupang, (Ikatan Mahasiswa Pelajar Ndoso), HPMLT (Himpunan Pelajar Mahasiswa Lafo Tana), PERMABAR (Perhimpunan Mahasiswa Manggarai Barat), PERMASKKU (Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang), FMN Cabang Kupang (Front Mahasiswa Nasional), IKMAHWEIL (Ikatan Mahasiswa Welai Lembur), IKMAR NTT (Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar).

HIPMALA Kupang (Himpunan Mahasiswa Lasi Olat), IPMALAYA (Ikatan Pemuda Pelajar asal Lamboya), KABAR BUMI NTT (Keluarga Besar Buruh Migran), AGRA NTT (Aliansi Gerakan Reforma Agraria), IMAPEL TB (Ikatan Mahasiswa Pelajar Tanjung Bunga),  FOSMAB (Forum Solidaritas Mahasiswa Belu).

Aksi mulai dari depan Polda NTT, dan Audiens dengan Polda NTT. Selanjutnya masaa bergerak menuju Kantor Gubernur dengan orasi, yel-yel nyanyian dan puisi. Saat tiba di kantor Gubernur dilakukan audiensi dengan Pimpinan Pemprov NTT 4. Sebelum bertemu pimpinan NTT digerakan acara simbolis sebagai protes pada Pemerintah Malaysia. (Tim/Red)