Home Berita Dokter Malaysia Cabut Lima Gigi, Kesehatan TKI Elisabeth Ene Piran Tidak Tertolong

Dokter Malaysia Cabut Lima Gigi, Kesehatan TKI Elisabeth Ene Piran Tidak Tertolong

894
0

LN Focus Indonesia News – Satu lagi kisah duka dari Malaysia. Kali ini menimpa warga asal Lewohala, Flores Timur, Provinsi NTT, Elisabeth Ene Piran.   

Dikutip redaksi media ini (11/05/2019) sumber rangkuman PADMA Indonesia, berikut uraian singkat riwayat sakit hingga meninggal dunia, sumber keterangan Fransiskus Dowo Weking, suami almarhum Elisabeth Ene Piran.

Diuraikan Fransiskus, istrinya mengalami radang sakit sejak Dokter di Malaysia mencabut gigi belakang bagian atas serentak 5 buah gigi. Itu yang menyebabkn peradangan bahkan terjadi infeksi, kata Fransiskus.

Elisabeth Ene Piran bersama suaminya menuju Nunukan dan tinggal beberapa minggu di keluarga Nunukan.

Dalam kondisi sakit dan radang yang diderita, Elisabeth Ene Piran memaksa pulang walapun harus lewat laut. Permintaan tersebut diupayakan dan terjadi kesepakatan dengan Kapten Kapal, jika kondisi pasien semakin melemah maka pihak Pelni akan menurunkan di Pelabuhan terdekat agar mendapat pelayanan medis.

Rencana perjalanan melalui laut akirnya terlaksana. Dalam perjalanan, fasilitas kesehatan yang ada dalam Kapal tidak selengkap Rumah Sakit. Kondisi Pasien pun mulai melemah. Elisabeth Ene Piran meminta pada suaminya agar langsung pulang kampung dengan apapun kondisinya. Saat kapal transit di Pantoloan, kondisi Elisabeth Ene Piran semakin lemah bahkan untuk mengkonsumsi obat pun sudah susah. Pihak medis di Kapal meminta Elisabeth Ene Piran diturunkan untuk dilakukan rujuk di Rumah Sakit terdekat. Selanjutnya pihak Pelni menghubungi Rumah Sakit Madani dan dikirimlah tiga orang Perawat beserta ambulance guna menjemput.

Setelah perawat menanyakan suku dan asal daerah, perawat mengubungi Agustinus Tobi yang kebetulan dikenal Perawat. Dari situlah solidaritas Keluarga Besar NTT di Palu mulai terlibat langsung menolong kondisi Elisabeth Ene Piran. Agustinus mengabarkan kondisi Elisabeth Ene Piran ke semua jaringan NTT di Palu termasuk ke wilayah Rohani St. Filipus Rasul sebagai wilayah domisili. Namun kondisi Elisabeth Ene Piran yang semakin memburuk, tidak tertolong.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum media ini, dijadwalkan, pkl 12.00 siang tanggal 11 Mei 2019 jasad diberangkatkan dari Bandara Palu, transit Makasar Hari Minggu pukul 06.00 wita, selanjutnya take of dari Makasar menuju Sikka Maumere dan menuju Flotim, Flores-NTT. (Tim/Red)