Home Berita Aktifis Independen Rajawali Ngada Diserang Dengan Propaganda Tidak Mendidik

Aktifis Independen Rajawali Ngada Diserang Dengan Propaganda Tidak Mendidik

197
0

LN Focus Indonesia News – Pendiri sekaligus Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Ngada dan Diaspora yang biasa disapa dengan nama ‘Fritz Dose, menuai serangan wacana miring dari sejumlah akun palsu di Ngada hingga menyeret hal privat usaha bisnisnya yang dikembangkan dalam gerakan ekonomi privat Rajawali Ngada.

Dikutip Redaksi media ini (12/05/2019), Frit z Dose melalui keterangan surat terbuka kepada media menyampaikan pesan kekecewaannya atas segala bentuk propaganda miring yang menurutnya hanya senilai upaya pembunuhan character kaum muda dan dirinya sebagai Kawula Muda yang selama ini memilih bergerak secara kritis dan independen dalam segmen mengawasi tata laksana pembangunan daerah kelahirannya, Kabupaten Ngada, Flores-NTT.

Lebih lanjut, meski demikian, Fritz yang juga disapa Rajawali Ngada mengaku semua serangan minor yang dialamatkan kepada dirinya merupakan cambuk yang akan terus menguatkan langkahnya dalam mengawasi berbagai perilaku kebijakan publik di Kabupaten Ngada.

“Pada sisi tertentu saya melihatnya sebagai serangan tidak bernilai pendidikan sebab sarat dengan propaganda ketidaksukaan terhadap gerakan pengawasan di Ngada, namun pada sisi lain saya memaknainya sebagai energy untuk saya selaku generasi muda bangsa untuk tetap progresif dalam mengawal daerah tanah kelahiran saya”, terang Fritz Dose.

Rajawali Ngada juga menguraikan wacana dirinya tertarik berdiskusi untuk ikut bertarung dalam Bursa Pemilukada Kabupaten Ngada.

Diterangkan, hak warga negara Indonesia adalah untuk memilih dan dipilih. Dia mendukung siapapun warga negara yang berkata hendak maju dalam bursa Pemilukada Ngada karena itu adalah hak setiap warga negara. Namun menjadi sangat lucu, urai Rajawali Ngada, ketika akktifis berkata siap berkompetisi dalam bursa Pemilukada, hal itu dilawan dengan propaganda yang bernilai memberikan penyesatan publik, seolah-olah anak muda tabu untuk ikut dalam Pemilukada.

“Indonesia dan secara khusus Kabupaten Ngada tidak boleh disesatkan dengan politik tidak mendidik masyarakat. Kaum muda maupun kaum tua yang merasa terpanggiil untuk terlibat sebagai pelaku dalam pesta demokrasi, itu lah hak setiap warga negara. Jangan sesatkan Ngada dengan propaganda yang hanya senilai membodohi masyarakat”, urai Rajawali Ngada.

Soal kalah maupun menang dalam sebuah kompetisi, tambah dia, itu bukan hal asing dalam sebuah Pemilu, jika dirinya memilih ikut dalam bursa politik. Warga negara Indonesia dijamin oleh hukum untuk memiliki visi dan gerakan positif untuk memajukan daerah dan tanah kelahiran masing-masing. (Tim/Red)