Home Berita Tragis Bunuh Diri Di Mataloko Ngada Usai Dinasehati Orangtua

Tragis Bunuh Diri Di Mataloko Ngada Usai Dinasehati Orangtua

165
0

LN Focus Indonesia News – Lagi-lagi Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Flores berduka usai penemuan remaja bunuh diri dalam kamar. Kali ini seorang anak remaja berusia 18 tahun di Mataloko, kejadian tanggal 11 April 2019, korban ditemukan tewas gantung diri.

Sebelumnya dikabarkan media ini, seorang siswi pelajar SMPK Supra Mataloko Kecamatan Golewa tewas gantung diri.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/02/siswi-kelas-tiga-smp-di-gisi-golewa-ditemukan-gantung-diri/

Kali ini lain lagi, laki-laki usia tamat SMP. Berdasarkan data identifikasi Kepolisian, diketahui pada hari Kamis tanggal 11 April 2019 pukul 06.30 wita, Kompleks PLN, Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa Ngada, rumah Antonius Dake ditemukan kematian gantung diri seorang laki-laki remaja, meninggal gantung dengan seutas kabel parabola berwarna hitam.

Identitas pelaku bunuh diri dalam peristiwa ini Raimundus Soi, alias Nando, laki–laki,  kelahiran Mataloko 26 Oktober 2001, usia 18 tahun, Agama Katolik, Pekerjaan Swasta, Alamat Kelurahan Mataloko Ngada.

Riwayat kejadian berdasarkan data Kepolisian diterima dari Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga (11/04/2019) diterangkan kejadian bermula dari pertengkaran pelaku karena tersinggung dengan ayah kandungnya hanya persoalan sepele.

Nando (pelaku bunuh diri) tengah bermain dengan anak dari kakaknya atau disebut keponakan, berikutnya sang ponakannya itu menangis.

Selanjutnya sang Ayah atau Ayah Nando mengingatkan Nando agar tidak mengganggu cucunya, alias keponakan si Nando.  Atas teguran itu, Nando bereaksi hingga bertengkar dengan ibu kandungnya dan sempat mendorong Ibu kandungnya yang tengah sakit stroke hingga terjatuh di tempat tidur.

Terhadap kejadian ini, sang Ayah kembali menegur Nando dengan pesan tidak boleh bertindak kasar terhadap orang tua. Namun dengan latar belakang Nando yang sering ribut bercampur marah atas situasi yang tengah terjadi, nasehat sang Ayah justeru tidak diterima baik. Nando lalu masuk ke dalam kamar, mengambil ijasah miliknya dan dibakar.

Atas perbuatan Nando, kedua orang tuanya tidak menanggapi Nando, baik tindakan maupun tutur katanya. Nando lagi-lagi merasa tersinggung dengan sikap tersebut dan tidak disangka-sangka Nando nekat bunuh diri dengan cara menggantung diri menggunakan kabel parabola.

Terhadap kejadian naas ini, urai Kapolsek Golewa, Ipda. Stefanus Siga, pihak Kepolisian mendapat laporan informasi dari warga dan langsung berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Ngada.

Selanjutnya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti (BB), mencatat keterangan saksi, melakukan identifikasi korban dan berkoordinasi dengan pihak medis guna dilakukan visum et repertum.

Dikutip redaksi media ini, pihak Kepolisian telah memastikan atas kejadian ini pihak keluarga menyatakan sikap menerima sebagai takdir dan secara resmi melalui surat pernyataan, menolak dilakukan otopsi. Surat resmi keluarga ditandatangani pihak keluarga dan penanggungjawab.  (Dum/Tim/Red).