Home Renungan Harian Sinceritate

Sinceritate

26
0
Foto: Google

Senin, 15 April 2019
Pekan Suci
Yes. 42:1-7
Mzm. 27:1,2,3,13-14
Yoh. 12:1-11

Ketulusan
Inilah nilai pelayanan Maria yang lahir dari hatinya karena ia ingin memberikan yang terbaik yang bisa diberikannya kepada Tuhan.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini dikisahkan Maria di Betania bersujud pada kaki Yesus, meminyaki kakiNya dengan minyak narwastu yang mahal harganya dan menyekanya dengan rambutnya. Hal ini dilakukan Maria sebagai ungkapan syukur atas kasih Yesus yang telah banyak dialaminya.
Adapun tiga sikap dasar iman pelayanan Maria yang diberikan dengan ketulusan ini, antara lain:

Murah Hati
Maria bermurah hati, hatinya tulus dan tanpa pamrih karena ia mempunyai maksud yang murni, tanpa kepalsuan dan hitung-hitungan ketika membasuh kaki Yesus dengan minyak narwastu yang harganya mahal.
Di sinilah kita diajak untuk bermurah hati dengan menjadi ‘minyak’ yang ‘menguatkan yakni saling menguatkan sesama dalam hidup harian; dan ‘mengharumkan’ nama Tuhan dan sesama serta ‘menyembuhkan’ sesama dari kelemahan di tengah dunia yang terluka dengan semua ucapan dan tindakan baik kita.

Rendah Hati
Maria rendah hati. Kerendahan hatinya nampak ketika ia berkenan menyeka minyak di kaki Tuhan dengan rambut indahnya yang panjang dan bergelombang. Bagian yang paling tinggi (rambut Maria) diberikannya untuk bagian yang paling rendah (kaki Yesus) karena ia sadar sebagai orang berdosa yang telah memperoleh pengampunan dan persahabatan dengan Tuhan.
Di sinilah kita diajak untuk bersikap rendah hati seperti Maria dalam karya pelayanan karena Kristus sebagai pusat bukan diri sendiri.

Sepenuh Hati
Maria sepenuh hati menjadi saksi karya, sengsara, wafat, pemakaman dan kebangkitan Yesus.
Di sinilah kita diajarkan logika hati yang berfokus pada pelayanan sebagai wujud kasih yang sempurna bagi Yesus. Maria memang tak setinggi Petrus dalam hirarki, tapi lebih dekat kepada Yesus melalui hatinya.
Saudaraku, mari kita melayani Tuhan dengan tulus tanpa perlu membuat perhitungan apapun seperti Maria. Ia memandang Yesus sebagai Tuhan dan memuji Dia dengan ungkapan kasih kepadaNya.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang terus berjuang melayani Tuhan dan sesama dengan ketulusan hati. Amin.