Home Berita Sekjen PDIP : Indonesia Maju Dengan Politik Putih Dan Kegembiraan Rakyat

Sekjen PDIP : Indonesia Maju Dengan Politik Putih Dan Kegembiraan Rakyat

187
0

LN Focus Indonesia News – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam Kampanye Terbuka Paslon 01 Edisi terakhir di Gelora Bung Karno Jakarta Sabtu (13/4/2019), menyampaikan berbagai pokok pikiran Indonesia menang bersama Jokowi-Ma’ruf Amin.

Rangkuman tim media ini di Jakarata Sabtu (13/4/2019) menurut Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto animo masyarakat medukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin sangat tinggi. Indonesia Maju mengedepankan Politik Putih dan Kegembiraan Rakyat.

Ditegaskan  Hasto Kristiyanto,  kuatnya animo masyarakat bergotong royong secara spontan dengan menghadiri Rapat Umum Rakyat, Konser Putih, di Gelora Bung Karno, membuat PDIPerjuangan lebih memilih membaur bersama kegembiraan rakyat yang tumpah ruah di GBK, meluber ke sepanjang Semanggi hingga Bundaran HI.

“Stadion utama GBK adalah Podium Rakyat. Kami lebih memilih kedepankan masyarakat umum dan relawan untuk mengisi GBK. Sedangkan PDI Perjuangan bersama Parpol KIK lebih memilih di luar”, tegas Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Diuraikan Hasto Kristiyanto, kegembiraan rakyat bersama Jokowi-KH Maruf Amin dengan akumulasi massa rakyat mencapai lebih dari 1.2 juta sebagai bukti bahwa politik hitam dan hoax yang selama ini menyerang Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan PDI Perjuangan dipatahkan oleh massa rakyat.

 “Jokowi-KH Ma’ruf Amin sangat legitimate, menjadi representasi nurani rakyat. Karena itulah kami optimis, bahwa dari GBK ini kemenangan Paslon 01 semakin kuat, kata dia.

Ditambahkan, demikian halnya PDI Perjuangan sebagai pengusung utama Paslon 01, berterima kasih atas kepercayaan rakyat. Sebab tidak ada satu kekuatan pun yang mampu mengalahkan politik kebenaran, politik putih.  Kuatnya massa rakyat yang menghadiri kampanye puncak Jokowi tersebut membuktikan apa yang disampaikan Bung Karno, bahwa dalam politik, betapa pun kuatnya musuh menghantam, senjata yang paling hebat adalah persatuan dengan rakyat.

“Bagi Prabowo-Sandi politik adalah mobilisasi. Hal ini di dukung kekuatan kekayaan pribadi buah politik difasilitasi. Berbeda dengan Pak Jokowi, yang menghadirkan politik silaturahim, politik dari bawah, politik salaman dan menyatu dengan kekuatan rakyat melalui blusukan.  Ketika politik mobilisasi berhadapan dengan politik putih dan blusukan, maka rakyat hadir sebagai benteng kekuatan Jokowi”, ungkap Hasto Kristiyanto.  (BARNAS Indonesia net. crew media /Tim/Red)