Home Berita Pembangunan Tembok Pembatas Luapan Lumpur Panas Daratei Ngada NTT

Pembangunan Tembok Pembatas Luapan Lumpur Panas Daratei Ngada NTT

543
0

LN Focus Indonesia News – Upaya penanganan luapan lumpur panas Daratei di Desa Ulubelu Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores-NTT, guna mengantisipasi terjadinya perembesan luapan lumpur panas beserta belerang ke badan jalan penghubung antar kampung, nampak mulai dikerjakan dengan membangun tembok pembatas setinggi dua meter.

Pantauan media ini (05/04/2019) di lokasi luapan lumpur, sebanyak sebelas pekerja termasuk tukang, tengah mengerjakan tembok pembatas demi mengantisipasi kerawanan luapan lumpur di lokasi itu.

Rangkuman redaksi media ini, menurut salah satu pekerja tembok pembatas, Bertho Ule, pengerjaan sudah dilakukan selama hampir satu bulan terhitung dari pertengahan Bulan Maret 2019. Pengerjaan tembok pembatas ini dipastikan akan segera rampung.

Tembok pembatas yang dikerjakan, tambah dia, setinggi dua meter guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk, sebab semburan lumpur panas selalu terjadi setiap saat.

Sementara tidak jauh dari sumber luapan lumpur, terdapat belasan titik luapan lumpur yang baru dan telah memporak-porandakan belasan hektar lahan pertanian warga.

Pasalnya terhadap lahan pertanian warga ini sudah dilakukan proses ganti rugi melalui sumber anggaran negara senilai Lima Milyar Rupiah, termasuk untuk pembiayaan perbaikan berbagai kerusakan yang diderita oleh para korban, diantaranya kerusakan seng rumah-rumah milik warga setempat dan juga radius terdekat.

Hasil wawancancara media ini (05/04/2019), sejumlah warga Desa Ulubelu Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada mengungkapkan, mereka tidak mengetahui secara pasti tentang adanya anggaran senilai lima milyar rupiah untuk ganti rugi akibat dampak luapan lumpur belerang panas beserta gas Daratei yang terjadi di wilayah mereka.

“Kami hanya dengar kasak kusuk saja tentang uang lima milyar itu. Kami tidak tau secara pasti. Itu uang dari mana dan sudah dipakai atau bagaimana kelanjutannya dengan kami warga disini’, tutur warga.

Warga mengaku perna mendapatkan bantuan berupa seng untuk memperbaiki atap rumah mereka, namun nilainya tidak seberapa, sebab bantuan berupa seng untuk atap rumah yang mereka terima, kebanyakan kurang jumlahnya jika dihitung dengan jumlah kebutuhan pengadaan seng untuk sebuah rumah atau jika dihitung sesuai kebutuhan seng untuk atap rumah mereka.

Warga mengaku, mungkin hanya sebagian kecil warga yang menerima bantuan seng sesuai kebutuhan untuk atap rumah, sedangkan sebagian lainnya tidak sesuai dengan kebutuhan atau kurang.

Warga juga mengeluh tidak ada pemenuhan janji untuk membantu warga para korban berupa bantuan genteng rumah. Warga juga dijanjikan akan ada mesin untuk memproduksi genteng namun tidak ada realisasi nyata kepada masyarakat setempat.

Warga Desa Ulubelu Kabupaten Ngada minta pembiayaan ganti rugi untuk para korban gas belerang semburan luapan lumpur panas Daratei Kabupaten Ngada bisa diungkap tuntas untuk diketahui seluruh warga masyarakat tingkat terbawa. (Tim/Red)