Home Berita PADMA Indonesia Berharap Pemprov NTT Tidak Lamban Tangani PMI

PADMA Indonesia Berharap Pemprov NTT Tidak Lamban Tangani PMI

175
0

Focus Indonesia News – Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia yang disingkat PADMA melalui Direkturnya Gabriel Goa (30/03/2019) di Jakarta mengungkapkan maraknya pemulangan jenazah ke NTT umumnya ilegal tercatat tahun 2018 sebanyak 108 jenazah dan sejak Januari 2019 hingga 31 Maret 2019 ada 31 jenazah.

Ditegaskan, dengan kondisi demikian maka sudah waktunya Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten Kota seluruh NTT jangan lamban menangani PMI asal NTT di Luar Negeri, baik Legal maupun Ilegal.

Menurut PADMA Indonesia, langkah-langkah yang segera harus dilakukan adalah bekerjasama dengan Perwakilan RI dan Lembaga2 Agama dan CSO di Malaysia mendata dan mengurus yang ilegal menjadi legal bekerja di Malasyia.

Hal ini dimaksud agar ada jaminan hak-hak mereka sebagai pekerja sesuai standar ILO (Hak atas jaminan kesehatan, jaminan upah, jaminan pendidikan, jaminan asuransi dan jaminan-jaminan lainnya.

Berikutnya, ungkap Direktur PADMA Indonesia, adalah  mewajibkan P3MI yang terdaftar resmi di Kemenaker dan beroperasi di NTT, agar bekerjasama dengan Pemprov dan Pemkab membangun BLK LN terutama yang.sudah ada LTSAnya yakni di Tambolaka,Kupang dan Maumere.

Langkah selanjutnya, mendesak Pemprov dan Pemkab se NTT segera membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking mulai dari Provinsi hingga ke Desa2 serta menindak tegas Mafiosi Human Trafficking.

Dan yang terakir, Pemprov NTT harus bersikap tegas. Hanya mengirim minimal lulusan SMK/SMA hingga Sarjana yang sudah dilatih di BLK dan melalui LTSA dengan embarkasi langsung dari NTT serta tidak lagi mengirim ke Negara2 yang belum meratifikasi Konvensi ILO dan Ham PBB seperti Arab Saudi. (Tim/Red)