Home Berita Kabupaten Ngada Flores Gelar RKPD Tahun 2020

Kabupaten Ngada Flores Gelar RKPD Tahun 2020

127
0

LN Focus Indonesia News – Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Ngada 2020 dengan tema Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Penguatan Sumber Daya Manusia Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Percepatan Kemandirian Masyarakat.

Pantauan wartawan di Kota Bajawa Pulau Flores (02/04/2019) kegiatan berlangsung di Aula John-Thom Bajawa mulai sekitar pukul 09.00 wita sampai selesai.

Hadir dalam Musrengbang RKPD ini diantaranya Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ngada, Forkompimda, Anggota DPRD Provinsi NTT asal Ngada, Perwakilan Bappelitbang Provinsi NTT, Sekda Ngada, para Asisten Daerah, para Staf Ahli Bupati bersama Pimpinan Dinas da Kepala Bidang, Kasubag Perencanaan, para Camat, utusan Kecamatan, Lurah dan Kepala Desa, Instansi Vertikal, LSM, BUMN, BUMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Organisasi Sosial Kemasyarakatan, kalangan Praktisi maupun Akademi serta insan Pers.

Rangkuman tim media ini, Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Helmut Waso mengawali sambutan Musrengbang RKPD, dilanjutkan anggota Staf Ahli Bidang Politik Provinsi NTT, Samuel Pakereng Karo, sekaligus membacakan sambutan tertulis Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Kutipan media, melalui catatannya, Gubernur NTT mengharapkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia, terutama dalam bidang Pendidikan. Selanjutnya  kinerja kerja mewujudkan NTT sejahtera, peningkatan destinasi wisata, pelayanan ambulans udara dalam mewujudkan NTT bangkit dan NTT sejahtera.

Sementara sambutan Plt. Bupati Ngada, Paulus Soliwoa mengungkapkan tetap melanjutkan program kerja MULUS hingga tahun 2021 nanti.  Jalannya Musrenbang RKPD berlanjut dengan  diskusi dan usul saran dari peserta.

Sejumlah usul saran dari peserta berhasil dirangkum tim media ini, diantaranya terkait keberlanjutan pembangunan sarana infrastruktur yang telah dibuat oleh pemimpin-pemimpin terdahulu. Berikutnya peserta mengusulkan cara kerja harus berpegang pada musyawarah dan rencana kerja, atau bukan atas pemikiran pribadi untuk seenaknya membangun tanpa regulasi yang baik dan benar.

Para peserta juga mengusulkan diperlukan tata ruang, tata kota yang tepat. Berikutnya peningkatan dan pemanfaatan sektor wisata sebagai destinasi budaya yang memiliki nilai jual dan berdaya saing sebagaimana point utama dalam Musrenbang yang dipaparkan oleh tingkat Provinsi NTT. (Richard/Elpin/Tim/Red)