Home Berita Ngada : Kejahatan Palang Bambu Beraksi Di Jalan Negara Bheto Keli

Ngada : Kejahatan Palang Bambu Beraksi Di Jalan Negara Bheto Keli

379
0

Focus Indonesia News – Polres Ngada, Flores melalui Polsek Golewa, berhasil mengungkap kejahatan berupa kekerasan dengan sasaran para pengguna jalan raya (19/03/2019). Kali ini tempat kejadian di ruas jalan negara antara Kelurahan Mataloko dan Desa Sobo, persisnya wilayah Bheto Keli atau Kawasan Hutan Bambu yang letaknya terpisah dari  wilayah perkampungan warga.

Rangkuman redaksi media ini, sumber materi Pers Polsek Golewa, Kapolsek  Ipda. Stefanus Siga (19/03/2019) diterangkan korban atas peristiwa ini adalah warga asal Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Stefano Mariano Polu.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/03/kecekalaan-polsek-golewa-diminta-tangani-jebakan-palang-bambu-tkp-wogo/

Berikut riwayat kejadian berdasarkan penggalian data oleh pihak Kepolisian. Pada pukul 12.35 wita bertempat di Bheto Keli, Desa Sobo, Kecamatan Golewa Barat, telah terjadi tindakan Pengerusakan terhadap barang (mobil) milik Korban, Stefano Mariano Polu, alamat, Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, identitas kendaraan no. Pol. EB 1659 D, merek Carry 150 Suzuki Minibus.

Berikut data Pelaku Tersangka : 1. LL, Laki-laki, 18 Tahun, Agama Katolik, Pekerjaan Swasta, Alamat  Jalan Palapa, Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa, Ngada.  2. LL, Laki-laki ,20 Tahun, Katolik, Petani, Alamat  Bosiko, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Ngada. 3. HW, Laki-laki, 19 Tahun, Katolik, Swasta, Alamat Turekisa, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Ngada. 4. ROW, Laki-laki, 19 Tahun, Katolik, Swasta, Alamat Turekisa, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Ngada.

Baca : https://larantuka.com/2019/03/polsek-golewa-ngada-dalami-tkp-jebakan-bambu-palang-di-wogo/

Dijelaskan oleh pihak Polsek Golewa, bahwa berdasarkan pengembangan dari Tersangka Pertama yang ditangkap pada malam hari, diungkapkan ada 3 orang teman pelaku yang ikut bersama-sama melakukan tindakan pengerusakan, masing-masing dengan inisial ERJ, laki-laki, 16 thn, Katolik, swasta, alamat Desa Turekisa, berikutnya ULK, laki-laki, 17 tahun, swasta, Katolik, alamat  Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, selanjutnya, MD, laki-laki, 18 tahun, Katolik, Pelajar SMA Turekisa, alamat Desa Turekisa, Ngada.

Sementara kronologis kejadian diterangkan, pada pukul 12.35 wita Korban dari arah Bajawa menuju ke Mataloko dengan menggunakan kendaraan roda empat Credere jenis Suzuki Carry 150 minibus warna merah. Setelah korban melewati jalan di Bhetokeli, Desa Sobo, korban dilempari oleh para pelaku (TSK) dengan menggunakan batu dan mengenai kendaraan korban sampai mengalami lecet dan pecah pada bagian samping kanan mobil. Para pelaku (Tersangka) juga melakukan palang di badan jalan dengan menggunakan bambu yang telah dipotong dan disiapkan oleh para pelaku.

Penggalian data dan informasi oleh Kepolisian, terungkap para pelaku (TSK) berjalan kaki dari Turekisa menuju ke arah Mataloko pada pukul 23.35 wita setelah mengkonsumsi minuman beralkohol di Turekisa. Setelah tiba di Bhetokeli, para pelaku (TSK) melakukan pelemparan kepada setiap kendaraan yang lewat dan melakukan palang di badan jalan dengan menggunakan bambu yang sudah dipotong. Para Pelaku (TSK) berniat menghentikan setiap kendaraan yang lewat.

Baca : https://larantuka.com/2019/03/kejahatan-bambu-palang-polsek-golewa-amankan-barang-bukti-bambu/

Terhadap kejadian yang menimpa korban, korban Stefano Mariano Polu mendatangi pos pelayanan Polsek Golewa dan melaporkan kejadian.  Atas laporan korban, Polisi langsung mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku setelah mendapat tambahan informasi akurat dari masyarakat.

Penyergapan terhadap para pelaku oleh Polsek Golewa dipimpin langsung Kapolsek Golewa, Ipda. Stefanus Siga mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku (TSK).

Dalam melancarkan aksi para pelaku di TKP selain melakukan tindakan pelemparan kendaraan dan palang  kepada setiap kendaraan umum, para pelaku menggunakan parang untuk memotong bambu yang digunakan untuk palang di jalan.

Sebelum melancarkan aksi mereka, para pelaku (TSK) terlebih dahulu mengkonsumsi miras dan pelaku atau Tersangka utamanya masih berusia dibawah umur, ancaman hukuman di bawah 7 tahun dan akan dilakukan diversi. (Tim/Red)