Home Berita Terkait Kader PAN Ngada, Konfirmasi Belum Direspon

Terkait Kader PAN Ngada, Konfirmasi Belum Direspon

195
0

Focus Indonesia News – Kader PAN Kabupaten Ngada yang diberitakan viral melalui postingan sebuah akun berisikan himbauannya kepada warga di Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, Flores, untuk memilih Kader dari Partai tertentu atau bukan Kader PAN sebagaimana Partai dari Kader terkait, berdasarkan hasil sementara konfirmasi Redaksi media ini (25/03/209) kepada yang bersangkutan melalui nomor WhatsApp : 081 297 432 6XX, belum memberikan tanggapan balik atas atensi konfirmasi redaksi berita.

Dikabarkan sebelumnya, Sebagian Masyarakat Kabupaten Ngada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengikuti arus perkembangan informasi daerah, dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral tersebar, berisikan oknum Kader PAN Ngada berinisial HW, turun ke masyarakat berkumpul bersama sekelompok warga dalam sebuah rumah, lalu meminta warga menangkan Calon DPRD dari Partai tertentu yang nota bene bukan Kader PAN.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/03/langgar-berat-di-ngada-oknum-kader-pan-himbau-menangkan-kader-partai-lain/

“Sama-sama menguatkan. Apa yang disampaikan oleh Pa..(dok) sebagai Ketua Partai dan Pa..(dok) sebagai Caleg, tentu kehadiran saya ini adalah membawa satu referensi. Refernsi buat para tokoh semua yang ada di Sambinasi ini, Sambinasi Barat, mau Sambinasi Tengah, Desa persiapan ini, kamu harus satu persamaan persepsi. Karena apa, ya, kita sini di setiap tempat saya sudah sampaikan bahwa Partai banyak, banyak kader kita dari…(dok), banyak, tapi kalau suara kita tercabik-cabik, nanti kita tidak dapat apa-apa. Mungkin dapat telor besar begini, nol besar. Paham tidak telor nol besar begini?. Jadi untuk itu saya mengharapkan, di …..(dok, nama Partai tertentu, bukan PAN) harus satu kursi di Dapil ini sehingga itu juga menjadi tiket untuk saya….”, demikian cuplikan singkat keterangan oknum Kader PAN inisial HW dalam fenomena viral di Ngada, Flores (sumber dokumen ; video beredar, viral).    

Terhadap perbuatan oknum Kader PAN ini, Menurut Ketua PAN Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko, S.Fil dalam keterangan Pers terlansir, berdasarkan konsultasi berjenjang internal PAN kepada tingkat teratas serta pendalaman aturan main Partai Amanat Nasional, perbuatan oknum merupakan jenis pelanggaran berat atas AD/ART PAN. Oknum patut menerima sanksi organisasi termasuk hingga pemecatan oknum dari Kader PAN dan juga sanksi jabatan sebagai perutusan PAN.

Kristo Loko memastikan video viral yang beredar, sudah dimiliki Partai Amanat Nasional dan tengah didalami dan masuk kategori temuan pelanggaran berat. (Tim/Red)