Home Berita PMKRI Kupang Desak KPUD Ajukan Penundaan Pemilu Wilayah NTT

PMKRI Kupang Desak KPUD Ajukan Penundaan Pemilu Wilayah NTT

354
0

Focus Indonesia News – PMKRI Cabang  Kupang-NTT secara resmi mengajukan aspirasi dalam mosi sikap mendesak KPUD Nusa Tenggara Timur mengajukan penundaan pelaksanaan Pemilu untuk wilayah NTT yang sedianya digelar serentak 17 April 2019.

Penegasan ini dikutip redaksi berita (14/03/2019) oleh pernyataan sikap dalam aksi PMKRI Kupang, Nusa Tenggara Timur kepada KPUD NTT.

Dikabarkan sebelumnya, Pemilu 2019 bertepatan dengan Pekan Suci Umat Katholik, PMKRI Kupang keluarkan penegasan sikap melalui pernyataan resmi dalam aksi PMKRI di Kota Kupang, NTT tanggal 14 Maret 2019.

Dijelaskan, bahwa Pemerintah Pusat dan KPU Pusat menetapkan jadwal pemilu yang bertepatan dengan hari raya keagamaan umat kristiani mengambarkan sikap yang intoleran terhadap kehidupan beragama diindonesia dalam bingkai ideologi negara pancasila. Sikap demikin telah mencederai kewajiban negara dalam menjamin hak warganya untuk beribadah menurut agamanya yang mana keamanan, kenyamanan dan ketentraman umat kristian dalam menjalankan hari raya akan menjadi terjamin.

Baca : https://larantuka.com/2019/03/pemilu-bertepatan-pekan-suci-umat-katolik-ini-penegasan-pmkri-kupang/

Bahwa kebijakan demikian mengambarkan sebuah bentuk kejahatan dalam berdemokrasi yang mana Pemerintah Pusat dan KPU pusat menghalangi hak warga negara untuk menggunakan hak pilih karena penjadwalan Pemilu bertepatan dengan Hari Haya oleh sekelompok warga dapat dialami sebagai bentuk pembatasan penggunaan hak warga akan membawa konsekuensi masyarakat tidak menjalankan kewajiban ibadahnya secara khusus serta tidak dapat menjalankan hak pilih secara bersamaan.

Bahwa apabila dikaitkan dengan rujukan UU No. 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum. dengan kondisi NTT dalam konteks perayaan Pekan Suci bagi umat Kristiani maka dapat diberlakukan pemilu lanjutan/susulan oleh karena kondisi khususnya demikian dapat diklasifikasi sebagai “Gangguan Lainnya” yang menyebabkan Pemilihan Umum tidak dapat dilaksanakan . “Ganguan lain” demikian merupakan ganguan yang dapat diprediksi namun hal itu luput dari perhatian KPU Pusat pada saat penetapan Regulasi tentang Pemilihan Umum.

Oleh karena itu PMKRI Cabang Kupang mendesak KPUD Provinsi NTT untuk mengajukan usulan penundaan pemungutan suara untuk wilayah Nusa Tenggara Timur atua secara Nasional kepada KPU pusat sebagai bentuk kepekaan terhadap kondisi masyarakat NTT dan Umat Kristiani pada saat pelaksanaan pemilu tanggal 17 april 2019 nanti dengan demikian masyarakat NTT dan umat kristiani dapat menjalankan kebajiban ibadahnya secara baik tanpa harus tergangu dengan pelaksanaan pemilu serentak.

Baca : https://larantuka.com/2019/03/pemilu-bertepatan-pekan-suci-katholik-pmkri-kupang-agendakan-aksi/

Diterangkan, pernyataan sikap Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius sebagai cerminan kepedulian praktek kehidupan berbangsa dan bernegara diindonesia yang berlandaskan ideologi Pancasila.  (Tim / Red)