Home Berita Ngada : Proyek Mangkrak Wue-Namut Dikerjakan Lagi Diluar Kalender

Ngada : Proyek Mangkrak Wue-Namut Dikerjakan Lagi Diluar Kalender

124
0

Focus Indonesia News – Paket Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Flores, yang dikerjakan dengan nomor kontrak : 620/PUPR/BM/PJ/445/09/2018, Nilai kontrak : Rp.777.973.944,15, Tahun Anggaran 2018, Jangka Waktu : 105 Hari Kalender Kerja, terhitung mulai 18 September 2018, selesai 31 Desember 2018 dan menjadi topik proyek mangkrak, nampak dikerjakan lagi diluar dari kalender kerja proyek atau sebagaimana telah diatur regulasi masa kerja sebuah proyek.

Pantauan crew media ini di lapangan, setelah disorot sejumlah media dan juga warga beserta tokoh masyarakat setempat, proyek Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada Pulau Flores nampak dikerjakan lagi pihak rekanan, walaupun proyek terkait tidak termasuk proyek multi years dan masa pengerjaannya sudah selesai pada 31 Desember 2018 sesuai kalender kerja proyek.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/03/kompak-indonesia-serukan-tindak-proyek-mangkrak-wue-namut-di-ngada/

Baca : https://larantuka.com/2019/03/kompak-indonesia-sebut-penanganan-korupsi-di-ntt-belum-serius/

Sejauh ini belum nampak satu pun pihak penegak hukum di daerah merespon proyek yang disebut mangkrak ini.

Rangkuman sumber berita ini melalui salah satu unsur Lembaga Dewan (DPRD) Kabupaten Ngada, proyek Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada sudah habis masa pengerjaan pada 31 Desember 2018, jika dikerjakan lagi pada Bulan Maret 2019, pihak DPRD Ngada pun belum mengetahui dasar pijakan hukum pihak rekanan sehingga nekat mengerjakan lagi proyek tersebut setelah proyek dinyatakan sudah PHO sebelumnya lalu menyisahkan sorotan publik atas ulah rekanan tidak mengerjakan sejumlah item proyek sesuai kontrak.

Info terkini diperoleh redaksi media ini dari pemantauan crew daerah (11/03/2019) dari pengerjaan yang dilakukan nampak pembuatan saluran sudah selesai, namun aspal yang sudah terangkat belum disentuh sama sekali.

Sementara tuntutan rangkuman keterangan dari pihak Desa setempat, aktifitas proyek telah mengakibatkan rusaknya ruas sebuah jalan rabat lorong yang hancur dan sudah dijanjikan akan dikerjakan oleh pihak rekanan, diperkuat dengan surat pernyataan bermeterai, namun hingga saat ini tidak dipenuhi pihak rekanan.

Akibat perilaku  rekanan, diduga kuat telah terjadi kerugian anggaran negara dan sarana fasilitas publik dalam hal ini jalan rabat milik masyarakat atas perilaku proyek Paket Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Flores.

Diberitakan sebelumnya, KOMPAK Indonesia serukan segera tindak proyek mangkrak, paket Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Flores. (Tim/Red)