Home Berita Langgar Berat, Di Ngada Oknum Kader PAN Himbau Menangkan Kader Partai Lain

Langgar Berat, Di Ngada Oknum Kader PAN Himbau Menangkan Kader Partai Lain

1390
0

Focus Indonesia News – Sebagian Masyarakat Kabupaten Ngada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengikuti arus perkembangan informasi daerah, dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral tersebar, berisikan oknum Kader PAN Ngada berinisial HW, turun ke masyarakat berkumpul bersama sekelompok warga dalam sebuah rumah, lalu meminta warga menangkan Calon DPRD dari Partai tertentu yang nota bene bukan Kader PAN.

Rangkuman Redaksi media ini selama satu pekan hingga tanggal 24 Maret 2019 di Kabupaten Ngada,  terhadap fakta ini, pihak Bawaslu Ngada juga sudah melakukan panggilan kepada oknum dan dikabarkan sebuah media lokal. Sementara Ketua PAN Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko,S.Fil melalui keterangan resmi kepada media, sudah menguraikan keterangan dan tanggapan PAN setelah berkoordinasi secara internal dengan struktur PAN di tingkatan teratas.

Dikonfirmasi Redaksi media ini (24/03/2019) Ketua PAN Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko, S.Fil melalui WhatsApp menyampaikan tanggapannya selaku PAN Ngada usai konsultasi internal organisatoris terhadap struktur PAN jenjang teratas.

“Komentar saya persis seperti yang sudah diberitakan media”, tegas Ketua PAN Ngada, Kristo Loko.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada dalam konfirmasi Redaksi media ini (20/03/2019) membenarkan pemanggilan oknum HW Kader PAN dan lebih lanjut akan diberikan informasi kepada para media saat wawancara langsung Pers dengan Bawaslu Ngada di Kota Bajawa.

Kutipan uraian berita viral atas kejadian ini, dijelaskan salah satu Kader Partai Amanat Nasional di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, inisial HW dipanggil Bawaslu Daerah terkait temuan sebaran video viral oknum yang berisikan kegiatan diduga kuat melakukan kampanye di kelompok masyarakat, sementara oknum sendiri tidak ikut bertarung sebagai Caleg dan juga masih menjabat sebagai Ketua DPRD Ngada aktif.

Isi video viral beredar, perbuatan oknum nampak jelas dalam tayangan video amatir, dimana tengah meminta warga memenangkan kader dari Partai Politik tertentu, tempat kejadian di sebuah rumah milik warga, diketahui lokasi Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, pada situasi forum menyerupai kegiatan tatap muka tertutup, dengan posisi duduk berkumpul, terdapat sekelompok warga mengikuti arahan.

Rangkuman tim media ini, oknum Kader PAN yang disebut melakukan pelanggaran berat ini sesungguhnya dari aspek keterwakilan Daerah Pemilihan saat dirinya maju pada pentas Pemilu DPRD Ngada, oknum tidak berasal dari Dapil lokasi TKP video viral beredar, namun berasal dari Daerah Pemilihan yang lain. Sementara Lokasi TKP, dipastikan sebagai Basis Daerah Pemilihan sejumlah Kader PAN di Ngada termasuk sebagai basis daerah asal Ketua PAN aktif di Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko.

“Sama-sama menguatkan. Apa yang disampaikan oleh Pa..(dok) sebagai Ketua Partai dan Pa..(dok) sebagai Caleg, tentu kehadiran saya ini adalah membawa satu referensi. Refernsi buat para tokoh semua yang ada di Sambinasi ini, Sambinasi Barat, mau Sambinasi Tengah, Desa persiapan ini, kamu harus satu persamaan persepsi. Karena apa, ya, kita sini di setiap tempat saya sudah sampaikan bahwa Partai banyak, banyak kader kita dari…(dok), banyak, tapi kalau suara kita tercabik-cabik, nanti kita tidak dapat apa-apa. Mungkin dapat telor besar begini, nol besar. Paham tidak telor nol besar begini?. Jadi untuk itu saya mengharapkan, di …..(dok, nama Partai tertentu, bukan PAN) harus satu kursi di Dapil ini sehingga itu juga menjadi tiket untuk saya….”, demikian cuplikan singkat keterangan oknum Kader PAN inisial HW dalam fenomena viral di Ngada, Flores (sumber dokumen ; video beredar, viral).    

Terhadap perbuatan oknum Kader PAN ini, Menurut Ketua PAN Kabupaten Ngada, Kristoforus Loko, S.Fil dalam keterangan Pers terlansir, berdasarkan konsultasi berjenjang internal PAN kepada tingkat teratas serta pendalaman aturan main Partai Amanat Nasional, perbuatan oknum merupakan jenis pelanggaran berat atas AD/ART PAN. Oknum patut menerima sanksi organisasi termasuk hingga pemecatan oknum dari Kader PAN dan juga sanksi jabatan sebagai perutusan PAN.

Kristo Loko memastikan video viral yang beredar, sudah dimiliki Partai Amanat Nasional dan tengah didalami dan masuk kategori temuan pelanggaran berat.

Sementara Bawaslu Ngada, rangkuman redaksi media ini, Ketua Bawaslu, Basty Fernandez dalam sebuah keterangan Pers dikabarkan sebuah media, menyatakan Bawaslu Ngada telah mengantongi video viral oknum terkait, sebagai dasar Bawaslu melakukan panggilan.

Hingga berita diturunkan, tim media ini masih terus mengikuti dan mengumpulkan fakta-fakta di Kabupaten Ngada dan tengah berusaha mendapatkan nomor kontak oknum Kader PAN guna bisa dimintai keterangan atas kejadian. (Tim/Red)