Home Berita KOMPAK Indonesia Tegaskan Proyek Mangkrak Wue-Namut Ngada Patut Diproses

KOMPAK Indonesia Tegaskan Proyek Mangkrak Wue-Namut Ngada Patut Diproses

100
0

Focus Indonesia News – Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia atau KOMPAK Indonesia yang juga bermitra dengan KPK RI, Polri dan Lembaga Kejaksaan dalam memantau berbagai potensi dan perbuatan korupsi di Indonesia, melalui Ketua KOMPAK Indonesia (11/03/2019) kembali menurunkan keterangan Pers resmi di Jakarta, pukul 10.00 wib menyatakan penanganan dugaan perbuatan merugikan negara untuk sejumlah permasalahan, diantaranya secara khusus termasuk proyek mangkrak di wilayah Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, harus diproses tegas.  

Baca : https://larantuka.com/2019/03/ngada-proyek-mangkrak-wue-namut-dikerjakan-lagi-diluar-kalender/

Dikutip redaksi media ini (11/03/2019) KOMPAK Indonesia melalui Ketua Gabriel Goa menyatakan terhadap proyek mangkrak di Kabupaten Ngada, paket proyek Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Flores, yang dikerjakan dengan nomor kontrak : 620/PUPR/BM/PJ/445/09/2018, Nilai kontrak : Rp.777.973.944,15, Tahun Anggaran 2018, Jangka Waktu : 105 Hari Kalender Kerja, terhitung mulai 18 September 2018, selesai 31 Desember 2018 sudah selayaknya mendapat perhatian serius dan scala prioritas untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut KOMPAK Indonesia, proyek yang sudah diketahui jelas mangkrak lalu nampak dikerjakan lagi diluar dari kalender kerja proyek atau sebagaimana telah diatur regulasi masa kerja sebuah proyek, lalu didiamkan bahkan untuk dianggap telah rampung, itu hanya akan memberi preseden buruk tidak taat azas pengerjaan di Kabupaten Ngada, termasuk preseden buruk  system pengawasan hukum yang bisa saja dianggap telah terjadi kongkalikong di daerah-daerah.  

Baca : https://larantuka.com/2019/03/kompak-indonesia-serukan-tindak-proyek-mangkrak-wue-namut-di-ngada/

“Proyek-proyek mangkrak adalah pertunjukan tidak azas dan merasa bisa mengatur dan mensiasati segalanya dengan mudah termasuk dengan modus permainan dikerjakan ulang. Hukum Negara harus hadir dan wajib hadir untuk menindak para rekanan nakal yang bertindak merugikan negara dan masyarakat banyak dalam proyek-proyek di daerah. Jika terus menerus dibiarkan, kedaulatan pembangunan dalam dimensi penegakan hukum tidak lebih hanya slogan dan penegak hukum pun dipandang sepeleh karena para pelaku merasa bisa mengatur hukum negara ini. Oleh karena itu KOMPAK mengatensi Polres Ngada maupun Kejaksaan Negeri Bajawa meresepon proyek mangkrak yang ada di depan mata, tindak dan proses hukum”, tegas KOMPAK Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, Ngada : Proyek Mangkrak Wue-Namut Dikerjakan Lagi Diluar Kalender. Pantauan crew media ini di lapangan, setelah disorot sejumlah media dan juga warga beserta tokoh masyarakat setempat, proyek Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada Pulau Flores nampak dikerjakan lagi pihak rekanan, walaupun proyek terkait tidak termasuk proyek multi years dan masa pengerjaannya sudah selesai pada 31 Desember 2018 sesuai kalender kerja proyek.

Sejauh ini belum nampak satu pun pihak penegak hukum di daerah merespon proyek yang disebut mangkrak ini.

Baca : https://larantuka.com/2019/03/kompak-indonesia-sebut-penanganan-korupsi-di-ntt-belum-serius/

Rangkuman sumber berita ini melalui salah satu unsur Lembaga Dewan (DPRD) Kabupaten Ngada, proyek Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada sudah habis masa pengerjaan pada 31 Desember 2018, jika dikerjakan lagi pada Bulan Maret 2019, pihak DPRD Ngada pun belum mengetahui dasar pijakan hukum pihak rekanan sehingga nekat mengerjakan lagi proyek tersebut setelah proyek di sudah PHO sebelumnya lalu menyisahkan sorotan publik atas ulah rekanan tidak mengerjakan sejumlah item proyek sesuai kontrak.

Info terkini diperoleh redaksi media ini dari pemantauan crew daerah (11/03/2019) dari pengerjaan yang dilakukan nampak pembuatan saluran sudah selesai, namun aspal yang sudah terangkat belum disentuh sama sekali.

Sementara tuntutan rangkuman keterangan dari pihak Desa setempat, aktifitas proyek telah mengakibatkan rusaknya ruas sebuah jalan rabat lorong yang hancur dan sudah dijanjikan akan dikerjakan oleh pihak rekanan, diperkuat dengan surat pernyataan bermeterai, namun hingga saat ini tidak dipenuhi pihak rekanan.

Akibat perilaku  rekanan, diduga kuat telah terjadi kerugian anggaran negara dan sarana fasilitas publik dalam hal ini jalan rabat milik masyarakat atas perilaku proyek Paket Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Flores. (Tim/Red)