Home Berita KOMPAK Indonesia Serukan Tindak Proyek Mangkrak Wue-Namut Di Ngada

KOMPAK Indonesia Serukan Tindak Proyek Mangkrak Wue-Namut Di Ngada

200
0

Focus Indonesia News – Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Indonesia kembali menurunkan Press Release diterima redaksi media ini (06/03/2019) menyerukan segera tindak tegas proyek mangkrak di sejumlah daerah, termasuk dugaan proyek Peningkatan Jalan Wue – Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dikutip redaksi berita, KOMPAK Indonesia dalam press release yang disampaikan Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, menyatakan, kinerja penegak hukum di daerah harus berani mengungkap berbagai persoalan krusial yang terjadi di depan mata agar kedaulatan hukum tidak terkubur dan dapat memberi efek jera secara serius untuk perubahan nasib bangsa dan daerah-daerah.

Terhadap Peningkatan Jalan Wue – Namut di wilayah Kabupaten Ngada Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, KOMPAK Indonesia menyatakan telah menerima Laporan Pengaduan beserta data penjelasan atas Proyek Peningkatan Jalan Wue – Namut yang terbengkalai akibat tidak dikerjakan secara tuntas dalam paket pengerjaan bernilai Tujuh Ratus Juta Rupiah lebih atau hampir mendekati satu milyaran rupiah nilai proyek tersebut.

Data KOMPAK Indonesia menyebut berdasarkan data yang sudah diperoleh KOMPAK Indonesia menyebutkan pengerjaan Lapen jalan sepanjang 1 kilo meter sudah di-PHO namun pengerjaannya ternyata belum selesai karena paket deker dan saluran tidak dikerjakan.

“Proyek mangkrak sudah menjadi ciri pembangunan dan terus saja dibiarkan tanpa ketegasan hukum. Itu jenis korupsi proyek yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Proyek yang mangkrak di Ngada, misalnya paket Proyek Peningkatan Jalan Wue – Namut, itu bukan proyek multi years yang seringkali mudah direkayasa untuk dikerjakan tambah setelah diketahui mangkrak dan diperdebatan. Proyek seperti itu harus diperiksa dan ditindak tegas secara hukum tanpa tebang pilih. KOMPAK Indonesia bersikap tegas akan mendesak KPK RI, juga Kejaksaan Agung serta Kapolri memonitor berbagai perilaku kerugian anggaran proyek-proyek mangkrak di daerah yang potensial kabur dari meja hukum”, tandas Ketua KOMPAK Indonesia.

KOMPAK Indonesia menyebutkan, paket Proyek Peningkatan Jalan Wue – Namut di Kabupaten Ngada sudah di PHO tetapi sedikitnya terdapat dua dari tiga duicker dan sebagian saluran tidak dikerjakan, sementara masa kerja dalam kalender proyek 105 Hari Kalender Kerja, selesai pada tanggal 31 Desember 2018.

Berdasarkan Data KOMPAK Indonesia, diterangkan, paket Peningkatan Jalan Wue-Namut di wilayah Kabupaten Ngada, Flores, dikerjakan dengan nomor kontrak : 620/PUPR/BM/PJ/445/09/2018. Nilai kontrak : Rp.777.973.944,15. Tahun Anggaran 2018. Jangka Waktu : 105 Hari Kalender Kerja. Mulai 18 September 2018. Selesai 31 Desember 2018. Pelaksana CV. KR…

KOMPAK Indonesia memastikan terhadap proyek mangkrak, hanya ada satu jalan yakni hukum bertindak, agar melahirkan efek jera dalam berpembangunan. (Sumber : Pers Release KOMPAK Indonesia / Tim / Red)