Home Berita Ketua BARNAS Indonesia Himbau Jangan Mau Disesatkan Dengan Propaganda Kafir

Ketua BARNAS Indonesia Himbau Jangan Mau Disesatkan Dengan Propaganda Kafir

368
0

Focus Indonesia News – Ketua Umum Barisan Nasional Indonesia yang bermarkas di Kota Solo, Ery Primasari melalui keterangan Pers (4/3/2019) menghimbau kepada seluruh Barisan Relawan Jokowidodo gerbong BARNAS Indonesia atau Barisan Nasional Indonesia se-nusantara untuk memastikan diri dan para simpatisan tidak tersesat dalam propaganda kafir yang terus saja gaduh dalam ruang politik nasional dan digunakan untuk permainan politik semata.

Dikutip redaksi media ini, sumber Bidang Media BARNAS Indonesia, Ketum BARNAS, Ery Primasari menegaskan, pemimpin bangsa ini bukan kafir. Pemimpin bangsa ini adalah pribadi-pribadi yang memeluk agama sah dan tekun bekerja sesuai Undang-undang negara dan juga berdiri dalam fondasi religi yang kokoh. Demikian juga seluruh warga negara dalam Negara Kesatuan Indonesia, adalah warga negara yang berpijak pada fondasi negara Pancasila dan merupakan pemeluk agama sah dan berimankan kepada Allah sebagaimana diajarkan agama dan aliran kepercayaan yang diakui oleh negara ini dan juga dunia.

“Seberapa besar kamu mendapatkan imbalan sampai doa di hadapan bangsa ini pun mengklaim nanti tidak ada lagi yang menyembah Allah. Pemimpin Bangsa ini adalah orang-orang beriman. Warga negara ini pun adalah kumpulan manusia yang sungguh menyadari diri sebagai hamba Allah melalui cara berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. BARNAS Indonesia dan seluruh simpatisan tidak boleh terperangkap dalam propaganda-propaganda yang menyesatkan dengan isyu kafir yang dinaikan ke dalam ruang politik Pemilu di negeri ini”, tegas Ketua Umum Barisan Nasional Indonesia, Ery Primasari.

Dan kepada kaum Kartini, lanjut Ery Primasari, kini sudah ada julukan princes biadab, maka jangan meniru princes biadab. Jika Jokowi terpilih, apakah masih menyembah Allah atau tidak. Indonesia akan menjadi saksi.

Kafir, tambah Ketum BARNAS, adalah seseorang yang masih tertutup atau belum menerima dan membuka diri dari hidayah Allah, atau sering disebut belum menjadi seorang mualaf. Thogut adalah setan dan para pengikutnya. Jokowi tidak termasuk dalam dua hal ini. Maka tidak ada alasan untuk terkecoh dengan propaganda politis. Jokowidodo-Ma’ruf adalah pilihan Indonesia yang patut dibela bersama. (Tim / Red)