Home Suara Redaksi Jokowi Vs Prabowo, Rakyat Sang Pemenang

Jokowi Vs Prabowo, Rakyat Sang Pemenang

125
0

Suara Redaksi

Ceritera kompetisi Pilpres kita dengan dua paket kuat, tidak lama lagi tuntas. Pemilu TPS segera tiba. Demikianlah peta nasional detik ini Indonesia 13 Maret 2019.

Baiklah, kami rakyat Bangsa Indonesia mau pinjam istilah “cuma mau bilang” bahwa ini saatnya rakyat tengah berjalan untuk menjadi pemenanngnya.

Kemenangan Pemilu adalah kemenangan rakyat. Maka penting diingat, pertama proses suksesi ataupun sebuah kemenangan pada pentas suksesi politik tidak boleh disempitkan sebagai kemenangan kontestan ini atas kontestan itu.

Hari ini menggejala, kemenangan Pemilu seolah mau dikerucutkan sebagai kemenangan kontestan ini atas kontestan itu . Anda boleh bantah ini.

Penegasan seperti ini penting, agar pemahaman suksesi Indonesia tidak kerdil atau menjadi seperti perang tanding geng-geng-an dibalik tikungan dan belokan perkampungan bar-bar.

Memahami kemenangan Pemilu sebagai kekalahan kontestan ini dari kontestan itu, sudah menjadi kebiasaan pada system pemahaman praktis politik kalah-menang. Bahkan telah menjadi cara pandang tersebar.

Namun bukan itu Indonesia. Indonesia memahami kemenangan Pemilu adalah kemenangan rakyat. Dan ini harus berani ditempatkan sebagai cara pandang yang utama. Agar Pemilu tidak mudah untuk diperalat bahkan untuk menciptakan negara ini chaos, rusuh, gaduh perpecahan kiri kanan dan seterusnya bahkan terancam buyar.

Para kontestan adalah para kader bangsa. Semua pihak harus bekerja benar-benar profesional untuk mencapai kemenangan rakyat bangsa ini secara demokratis dan bermartabat dan tidak terus-terusan diperalat logika kalah menang antar kontestan. Kami menang, mereka kalah, atau mereka menang, kami kalah.

Hari ini rakyat sedang dan terus merekam seluruh kisah dan record para kontestan. Baik masa lalu, hari ini maupun potensi lainnya kedepan untuk negara Indonesia ini.

Teruslah merekam dan mendalami segala unsur, untuk menentukan pilihan. Berkompetisilah yang sehat. Jangan pula memanipulasi otak untuk adu otot. Bersainglah dengan fair play.

Pilpres sekalipun harus santun pada rakyat. Tidak harus mengadu otot atau memutus urat leher hingga terbakar. Bung Roma bilang “adu domba, namanya.

Rakyat sedang berharap dan berkeluh-kesah untuk Bangsa ini semakin jaya. Dan berharap bebas dari ancaman jutaan perilaku busuk elit negeri yang korup dan tidak taat hukum.

Panggung Indonesia mencatat, tidak menteri, tidak mantan auditor negara, tidak hakim, tidak bintang berpangkat hukum, tidak wakil rakyat, tidak gubernur, wali kota, bupati camat, lurah, kades, dst, menoreh raport rengking pelanggar hukum kelas kakap di hadapan rakyat.

Tidak tau malu, bahkan sebagian menjadi koruptor atau pencuri lalu mendekam dibalik penjara milik negara ini.

Indonesia telah banyak berbenah. Teruslah berbenah. Itulah yang diteriakan, tuan-tuan. Berjiwa besar lah. Kurangi lah ring tinju jejadian di negeri ini. Suksesi demokrasi tak perlu disulam jadi panggung menebar ilusi dan adu jotos jalanan.

Ini saja alinea pena kusam kami barisan rerumputan. Kata Ebiet, rumput pun ikut menggeleng.

Satu hal, duel Jokowi Vs Prabowo, seperti pertemuan aroma Indonesia tempo doeloe. Jika tidak, anggaplah ini halusinasi belaka.

Tentu tidak tepat memberi jawaban. Tetapi, siapakah yang nanti bakal membawa piala rakyat diujung Pilpres itu?. Yah, Indonesia segera menjawab. Rakyat lah pembawa dan pemilik piala Pemilu itu. Dari, oleh, untuk rakyat – Salam Negeri yang Pancasila ini.

Pilpres : Jokowi Vs Prabowo : Rakyatlah Pemenangnya.

Cuitan Pemilu* Suara Redaksi