Home Peristiwa dan Tokoh 5 Maret Tanggal Lahir Sutan Syahrir, Soekarno Bubarkan DPR

5 Maret Tanggal Lahir Sutan Syahrir, Soekarno Bubarkan DPR

250
0

Focus Indonesia News – Tanggal 5 Maret adalah Hari ke-64 (hari ke-65 dalam Tahun Kabisat) dalam Kalender Gregorian.

Bagi bangsa Indonesia tanggal 5 Maret merupakan sebuah hari   bermeterai tinta sejarah. Dikutip dari sejumlah sumber, diketahui pada tanggal 5 Maret 1960 DPR hasil Pemilu I Tahun 1955 dibubarkan oleh Presiden Soekarno.

Pembubaran dipicu oleh penolakan Rencana Anggaran Belanja Negara yang diajukan oleh Pemerintah. Tidak lama kemudian Presiden berhasil menyusun daftar anggota DPR yang baru dibentuk dengan dinamakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong atau DPR-GR. Seluruh DPR-GR ditunjuk langsung oleh Presiden mewakili golongan masing-masing. Selanjutnya DPR-GR dilantik pada tanggal 25 Juni 1960.

Dalam upacara Pelantikan, Presiden Soekarno menyatakan tugas DPR-GR adalah melaksanakan Manipol, merealisasikan amanat penderitaan rakyat, dan melaksanakan demokrasi terpimpin. Presiden menjelaskan kedudukan DPR-GR adalah pembantu presiden / mandataris MPRS dan memberi sumbangan tenaga kepada Presiden untuk melaksanakan segala sesuatu yang ditetapkan MPRS.

Beragam peristiwa sejarah lainnya tanggal 5 Maret 1909 adalah hari lahir seorang Pahlawan Nasional asal Padang Sumatera Barat sekaligus Perdana Menteri Indonesia pertama yaitu, Sutan Syahrir.

Sutan Syahrir, lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909. Dia adalah seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947.

Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1948. Ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Sutan Syahrir ditetapkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 April 1966 melalui Keppres Nomor 76 Tahun 1966.

Selanjutnya peristiwa tanggal 5 Maret 1942 Ibukota Hindia Belanda, Batavia, direbut oleh Tentara ke-16 Kekaisaran Jepang, setelah ditinggalkan tanpa pertahanan oleh Garnisun KNIL dan Batalyon Blackforce Australia yang mundur ke Bandung. (Rangkuman berbagai sumber / Tim / Red)