Home Berita Wejangan Kakek 111 Tahun Asal Ngada: Jangan Mencuri

Wejangan Kakek 111 Tahun Asal Ngada: Jangan Mencuri

1433
0

Focus Indonesia News – Seorang Kakek berusia 111 Tahun, Kelahiran Tahun 1908 yang hidup di Kampung Turekisa (Nua Ngusu) Kabupaten Ngada, Flores, Kakek Markus Nio didampingi putranya membagikan wejangan hidup bagi sesama dalam temu wawancara tim redaksi media ini awal Februari 2019 di kediamannya di Turekisa Kabupaten Ngada, Flores-NTT.

Meski usia hidupnya sudah melebihi satu abad, Kakek Markus Nio masih bisa mengunyah jagung goreng, pengelihatannya pun masih terang, mampu berjalan sendiri dengan tongkat kayu miliknya. Hanya indera pendengaran tidak lagi normal seperti biasa.

“Yang harus dipakai untuk hidup adalah pesan-pesan Agama, adat budaya yang asli, pesanan leluhur serta pantangan-pantangan seperti jangan mencuri. Berbuat mencuri sama dengan tidak tau menjaga umur. Karena mencuri mempermalukan para leluhur dan adat kita. Leluhur juga tidak senang dengan kita karena mereka mau kita kerja keras dari hasil dari keringat kita sendiri, tidak dari mencuri. Lalu harus jadi manusia yang tidak menyimpan dendam”, ungkap Kakek Markus Nio.

Kakek Markus Nio yang kini tinggal bersama putranya dan keluarga usai ditinggal sang Isteri (alm) Maria Soba, masih sangat kokoh dengan prinsip-prinsip hidup dari pesanan para leluhur yang disebutnya sebagai wejangan penting dan merupakan ciri mental dan tradisi orang Ngada.

Menurut dia, pada zaman dahulu, bagi orang Ngada mencuri adalah sebuah pantangan besar. Pelanggaran terhadap pantangan ini dikenai begitu banyak sanksi sosial dan terkucil dari pergaulan orang banyak, sebab dianggap telah berkelakukan melawan watak kebesaran adat budaya masyarakat Ngada yang berjiwa kerja keras, ramah, sopan santun dan tidak menaruh dendam kepada sesama.

Menurutnya, selainitu salah satu hal yang juga tidak boleh dibiasakan adalah berbicara di mulut tidak sama dengan kata hati atau lain di mulut – lain di hati. Ciri keaslian manusia, tambah dia, diantaranya dengan menunjukan apa yang diucapkan harus sesuai dengan rasa kata hati, agar hati tidak menjadi tempat yang dilukai terus menerus akibat mulut berbunyi lain dari suara hati.

Sementara untuk melawan tabiat mencuri, menurut Kakek tua ini, caranya sangat sederhana yaitu manusia harus kuasai diri sendiri. Itu saja menurutnya yang paling ampuh untuk hidup sebagai manusia asal Ngada yang baik dan bisa menyenangkan leluhur maupun Tuhan Allah sebagai Sang Pencipta manusia.

Kakek Markus Nio mempunyai sepuluh anak kandung dari bahtera rumah tangganya (dua orang sudah meninggal dunia). Saat ini delapan lainnya bersama keluarga silih berganti memberikan kasih sayang kepadanya.

Kakek 111 Tahun ini berpesan untuk kehidupan zaman sekarang maupun yang akan datang harus mencari dan menemukan kembali kebesaran martabat para leluhur dan tradisi yang bersih melalui prinsip-prinsip hidup yang asli lalu menjalankannya, supaya manusia kokoh dalam perlindungan jiwa-jiwa para leluhur, alam semesta dan oleh Sang Ilahi. (Tim / Red)