Home Renungan Harian Tu Es Petrus ~ Engkaulah Petrus

Tu Es Petrus ~ Engkaulah Petrus

327
0
Sumber: Google

Jumat, 22 Februari 2019
Pesta Takhta St. Petrus, Rasul
Pekan Biasa VI
1Ptr. 5:1-4
Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6
Mat.16:13-19
“Tu Es Petrus”
Engkaulah Petrus ~

Hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Pesta Takhta Suci St. Petrus. Kalimat “Tu Es Petrus”, diucapkan pertama kali oleh Tuhan Yesus Kristus kepada Petrus, setelah ia mengakui imannya di Kaisarea Filipi. Tuhan Yesus berkata: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan Aku memberikan kepadamu kunci kerajaan surga.” (Mat 16:18-19).

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, kita dapat melihat dua hal yang saling berkaitan yakni identitas Yesus dan peran Petrus yang memberikan pesan iman dan moral bahwa Yesus mendirikan jemaat (Gereja) di atas takhta Petrus, bukan di atas tahta orang lain.

Adapun nilai-nilai keutamaan yang dapat kita kenang ketika Gereja merayakan pesta takhta St. Petrus ini, antara lain:

Kuasa
Petrus diberi kuasa oleh Yesus untuk memimpin Gereja dengan mendirikan dua buah tahkta keuskupan. Yang pertama didirikan di Antiokhia, di tengah kaum Yahudi dan kafir pada tahun 35. Disana Petrus memimpin jemaatnya selama tujuh tahun. Setelah dua kali mengunjungi Roma, maka pada tahun 65 ia menetap disana sebagai Uskup pertama. Maksud pesta tahkta St. Petrus adalah untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja dan semua gereja setempat. Kuasa Petrus ini yang lazim disebut Primat Petrus ~ diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan-Nya ke surga.

Kepausan
Kita merayakan pesta Takhta Suci berarti merayakan martabat kepausan. Takhta biasa disebut ‘cathedra’ tempat duduk bagi Uskup untuk melayani, mempersatukan dan mengajar umat Allah di keuskupannya. Itu sebabnya kita mengenal Gereja katedral yakni bangunan Gereja di mana terdapat kursi atau Takhta dari uskup setempat. Uskup sebagai pemersatu dan pelindung seluruh gereja lokal atau keuskupannya. Paus adalah Uskup di Roma. Ketika ia duduk di Takhtanya, ia juga melayani, mengajar dan mempersatukan seluruh Gereja universal. Paus adalah ‘servus servorum Dei’ (hamba dari para hamba Allah)

Kegembalaan
Para gembala menurut Petrus, bukanlah orang yang berbuat seolah-olah mau memerintah dengan kuasa penuh, dengan tangan besi, tetapi menjadi teladan bagi kawanan domba. Gembala yang baik bagi kawanan domba selalu mencari domba untuk melayani dan menyelamatkan. Ia menunjukkan teladan yang baik bagi kawanan domba Allah. Bahkan ia rela menyerahkan nyawa bagi domba-dombanya. Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik dan Ia menginspirasikan Gereja untuk menghayati kehidupan yang sama. Para gembala hendaknya seperti Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani bahkan menyerahkan nyawanya.

Saudaraku, marilah kita berdoa memohon supaya Tuhan memberikan anugerah berlimpah bagi Bapa Paus. Semoga ia menjadi gembala yang baik, wakil Kristus yang melakukan pekerjaan-pekerjaan Kristus di dunia ini dengan sempurna sehingga gereja ini menjadi Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolis ~ Unam sanctam catholicam et apsotolicam Ecclesiam.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.