Home Berita Songsong Semana Santa, DISPARBUD Flores Timur Identifikasi Homestay di Larantuka

Songsong Semana Santa, DISPARBUD Flores Timur Identifikasi Homestay di Larantuka

373
0
Kadis Parbud Apolonia Corebima bersama Sekretaris Camat Larantuka, Aloysius Jaya Riberu.

Prosesi Semana Santa di Larantuka senantiasa dinanti oleh para peziarah dan wisatawan di Indonesia bahkan dari luar negeri. Namun dari sudut pandang pelayanan akomodasi, penyelenggaraan prosesi tahunan ini masih dirasa belum maksimal dengan berbagai persoalan. Masih banyaknya keluhan dan kritikan atas pelayanan, khususnya menyangkut informasi akomodasi homestay, menunjukkan adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan dengan baik. Maka dalam rangka mempersiapkan fasilitas homestay yang nyaman dan bersih bagi para peziarah dan wisatawan yang akan mengikuti prosesi religi Semana Santa di kota Larantuka dan penyediaan data yang lengkap dan jelas menyangkut hal ini, Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Larantuka dan Pemerintah Kelurahan yang berada di kota Larantuka dan sekitarnya akan mengadakan identifikasi, klarifikasi dan verifikasi pada homestay-homestay yang berada di kota Larantuka dan sekitarnya.

Rapat koordinasi dilaksanakan di Kantor Camat Larantuka, Selasa (19/02/2019) yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima, Sekretaris Dinas, Katarina M. Riberu, Sekretaris Camat Larantuka, Aloysius Jaya Riberu, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata, Mathilde Wungubelen, dan seluruh lurah yang ada di kota Larantuka dan sekitarnya.

Kadis Disparbud, Apolonia Corebima menyampaikan beberapa point penting menyangkut standar harga dan standar kebersihan bagi rumah-rumah yang akan dijadikan sebagai homestay. Dalam rapat ini, para lurah bersepakat untuk menentukan standar harga homestay untuk para peziarah dan wisatawan yakni sebesar Rp. 150.000/kepala/malam + breakfast. Para lurah juga memberikan respon dan dukungan bagi Disparbud Flores Timur dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan mengidentifikasi rumah-rumah yang layak dan bersedia menjadii homestay bagi para peziarah dan wisatawan. Proses identifikasi dilakukan pihak pemerintah kelurahan dan datanya akan disampaikan kepada pihak Disparbud Flores Timur untuk ditindaklanjuti melalui kegiatan verifikasi dan klarifikasi. Data yang akan diverifikasi dan diklarifikasi meliput foto kamar, fasilitas kebersihan, dan data pemilik homestay.  Data yang sudah diolah akan disebarkan kepada publik melalui media dan pihak-pihak yang berkepentingan agar memudahkan proses pemesanan homestay oleh para calon peziarah dan wisatawan.

Ditekankan juga bahwa peziarah yang datang dalam bentuk rombongan dapat ditempatkan pada sekolah-sekolah atau gedung-gedung umum dengan bekerja sama dengan pihak panitia di tingkat kabupaten, pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat.

Sekretaris Camat Larantuka Aloysius Jaya Riberu menegaskan pentingnya pos-pos pelayanan informasi yang memberikan data dan informasi yang lengkap menyangkut jadwal kegiatan dalam prosesi Semana Santa, seperti di Konga, Wureh, kegiatan mengaji (doa dalam bahasa Portugis) di kapela Pantai Besar dan lainnya, juga kerja sama dengan pihak swasta seperti ASITA dan PHRI agar informasi dapat diberikan secara lengkap dan memuaskan wisawatan dan peziarah.

Menyangkut pelayanan jasa lainnya selama pelaksanaan Semana Santa, Apolonia juga berharap agar tetap dilaksanakan seperti biasa. “Rumah makan dan restoran diharapkan tetap dibuka agar dapat melayani para peziarah dan wisatawan. Masih ada keluhan para wisatawan dan peziarah tentang susahnya mencari makanan di Larantuka pada saat Semana Santa,” jelasnya.