Selamat Jalan, Ini Riwayat Romo Penyayang, Dominikus Balo, Pr

Focus Indonesia News – Perjalanan kasih dalam misi pewartaan cinta dan totalitas pelayanan Romo Dominikus Balo, Pr menoreh jejak dan keteladanan untuk diteruskan. Usai dipastikan menghembuskan nafas terakhir pada Hari Selasa tanggal 5 Februari 2019, sekitar pukul 06.00 di Rumah Sakit Umum Bajawa, Kabupaten  Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, jenazah dibawa ke Seminari St. Yohanes Berkhmans, Mataloko dan selanjutnya disemayamkan di Gereja Seminari.

Seiring usia tua, Rm. Dominikus Balo, Pr menderita sakit komplikasi dan beberapa kali menjalani proses perawatan serta pengobatan medis dan terakhir menghembuskan nafas di Rumah Sakit Umum Bajawa dalam usia  79 Tahun, 36 Hari.

Sosok pelayan Gereja dan juga pendidik di Sekolah Seminari ini merupakan figur pekerja nilai dalam banyak keteladanan untuk diguguh.

Dikutip redaksi (6/02/2019) salah satu Siswa Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko, Luis Sodho melalui sebuah tulisan pendeknya pada kolom Majalah Dinding Seminari menulis, Romo Penyayang. Disebutkan, tidak hanya pada manusia, keseimbangan kasih sayang Romo Dominikus Balo, Pr semasa hidup juga tercurah melalui deretan perhatiannya kepada hewan ternak peliharaan, diantaranya anjing kecil berwarna putih yang diberi nama Puella dan juga ikan yang ada di depan Kapela SMP Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko-Ngada.

Dikutip redaksi media ini, berikut riwayat hidup Romo Dominikus Balo, Pr. Lahir di Detunio, 17 Oktober 1939 (Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Flores). Orangtua : J. Panggo dan E. Nde Boe. Riwayat Pendidikan Semiari : SMP Seminari Todabelu Mataloko 1955 – 1958, SMA Seminari Todabelu Mataloko 1958 – 1962, Seminari Tinggi Ritapiret 1962, TOP St Ndona 1963-1964.

Ordines / Tahbisan : Sub Diakon : Ledalero, 7 Maret 1970, Diakon : Ledalero 14 Maret 1970, Imam : Detukeli 26 Juli 1970 oleh Mgr Donatus Djagom, SVD. Studi Teologi Pastoral di Roma 1974 – 1977.

Riwayat Karya : Direktur Seminari St. Yohanes XXIII Lela, 29 Oktober 1970 – 18 Oktober 1974, Anggota Pusta Pastoral KAE dan tinggal di Paroki Roworeke sebagai Pastor Kapelan, 19 Januari 1978 – 31 Januari 1979, Direktur PusPas KAE, 16 Mei 1980 – 1 Maret 1987, Preases Seminari Tinggi Ritapiret, 1 Maret 1978 – 1 Maret 1990, Pastor Paroki Watubala- Halehebing, 1 Juli 1990 – 1 Juli 1991, Ketua Yesukel 1 Juli 1991-3 September 2001, Staf Pengajar dan Pendamping di Seminari Todabelu, Mataloko, 2001 – hingga wafat.       

Tugas lain yang perna diemban : Direktur KKI KAE dan Ketua Komisi Kerasulan Awam KAE, 23 Februari 1984 – 20 Oktober 1986. Anggota Dewan Pastoral dan Dewan Imam KAE, 1980 – 1990. Pengurus Majelis Pendidikan Katolik (MPK) KAE 1991-1994, Anggota Tribunal Gereja  KAE 25 September 1984-2015.

Informasi pemakaman jenazah pada tanggal 7 Februari 2019, tempat Pemakaman Seminari Brekhmans Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores-Nusa Tenggara Timur. Selamat Jalan Romo. Cinta Tuhan menyambut mu. (Tim/Red)