Home Berita Ngada: Oknum Kades Boba Inisial BA Dipolisikan Pasal Laporan Penganiayaan

Ngada: Oknum Kades Boba Inisial BA Dipolisikan Pasal Laporan Penganiayaan

641
0

Focus Indonesia News – Okum Kades Boba Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Flores-NTT insial BA dilaporkan ke pihak Polsek Golewa oleh pihak korban penganiayaan Damianus Wawo dan anak-anaknya.

Berdasarkan data akurat dihimpun tim media ini serta pengaduan resmi pihak korban kepada media dan juga penyertaan pembuktian adanya surat resmi pihak Kepolisian Polsek Golewa Kabupaten Ngada serta rujukan Laporan Polisi nomor : LP/02/1/2019/NTT Polres Ngada/Polsek Golewa tanggal 3 Januari 2019, berikutnya salah satu surat biasa dengan nomor : SP2HP/25/I/Reskrim, perihal Pemberitahuan Hasil Perkembangan Penyelidikan, tertanggal Mataloko 13 Januari 2019, tentang Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP, dipastikan bahwa atas laporan pelapor telah diambil keterangan pada tanggal 7 Januari 2019, saksi dan terlapor telah diambil keterangan pada tanggal 10 Januari 2019, penyidik telah melakukan penyeliidikan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dan terhadap satu orang terlapor namun terlapor belum mengakui perbuatan penganiayaan karena menurut terlapor hanya menampar  satu kali kepada korban dan menurutnya sebagai bentuk teguran.   

Advokasi data korban dan saksi di lapangan, salah satu Saksi dari korban, Saksi  KM menuturkan kejadian penganiayaan pada tanggal 3 Januari 2019 malam. Diterangkan, pemukulan terjadi dalam acara Reba (Pesta Adat) di Sa’o (rumah adat) Ringa Lika, Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada.

Saksi KM menuturkan, sekitar jam setengah enam dirinya berada di dapur bersama tantenya (TKP). Ayahnya yang bernama Damianus Wawo dipukul pelaku di dalam rumah dihadapan sudaranya, dipukul pelaku dan korban menderita berdarah. Terkait hal ini termasuk bukti dalam penangana Polri dalam hal ini Polsek Golewa.

“Setelah memukul ayah saya, pelaku masih sempat mengejar ayah saya dari dalam rumah karena ayah saya keluar menuju belakang rumah, namun masih sempat dikejar dan mengatakan mau pukul kasi mati ayah saya. Saat itu saya sudah bangun berdiri di dekat pintu, pelaku menarik saya sampai saya jatuh. Pada saat kejadian ini saya dalam kondisi hamil. Beberapa jam setelah itu saya mengalami kesakitan, keram hingga dibawa ke pihak medis dan singkat ceritera saya akhirnya keguguran dan menjalani proses perawatan di rumah sakit Bajawa”, ungkap Saksi KM.

Menurut dia, kejadian kekerasan terhadap ayahnya sebenarnya berawal dari pembangunan rumah yang anggarannya dikumpulkan anggota dalam sa’o atau rumah dan pelaku dipercaya sebagai Bendahara. Berdasarkan perjanjian rumah itu dibangun termasuk dengan lantai keramik yang semestinya sudah rampung, namun lantai keramik belum dikerjakan sehingga ditanyakan. Mungkin pelaku tersinggung sehingga langsung memukul korban sampai darah keluar dan dirawat pihak medis.

Hingga berita ini diturunkan, kasus ini tengah ditangani pihak Polsek Golewa Kabupaten Ngada, Flores-NTT. (Tim-Red)