Home Renungan Harian Medicus curat, Deus sanat

Medicus curat, Deus sanat

132
0
Sumber - Sesawi.net

Senin, 11 Pebruari 2019
Pekan Biasa V
Hari Orang Sakit Sedunia
Kej.1:1-19
Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,35c
Mrk. 6:53-56
“Medicus curat, Deus sanat”

Dokter mengobati tapi Tuhan menyembuhkan.
Yesus boleh digelari sebagai ‘dokter ajaib’, karena siapapun, yang sedang menderita sakit, yang menjamahNya segera sembuh dari penyakitnya. Dari Pribadi Yesus ada kekuatan penyembuhan luar biasa, dan tentu saja hanya mereka yang beriman kepadaNya yang dapat disembuhkan.
Pada hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan peringatan Bunda Maria di Lourdes dan mendedikasikannya sebagai Hari doa untuk Orang Sakit Sedunia – HOSS. Tema HOSS ke-27 ini: “Kamu memperoleh dengan cuma-cuma; berikanlah pula dengan cuma-cuma!” (Mat. 10:8). Paus Fransiskus mengatakan melayani orang sakit “memerlukan profesionalisme, kelemahlembutan, gestur mudah dan sederhana yang diberikan secara cuma-cuma, seperti belaian yang membuat orang lain merasa dicintai.”
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan tentang iman yang sederhana.
Adapun tiga sikap sederhana bila ingin ‘sembuh’, antara lain:

Datang
Dengan kemauan kuat, mereka berusaha untuk datang, menghadap Yesus berarti ada kehendak kuat dari si penderita sakit untuk sembuh dari penyakitnya.
Di sinilah kita diajak menyadari bahwa secara psikis dan spiritual kemauan dan kehendak kuat yakni penyerahan diri total penderita sakit untuk disembuhkan merupakan modal kekuatan penyembuhan tersendiri. Jadi kemauan datang untuk disembuhkan merupakan awal yang kuat dalam proses penyembuhan, dan peran obat atau dokter bersama para pembantunya sekedar meneguhkan.

Iman
Sikap iman dari orang yang ingin mendapat kesembuhan sangat menentukan. Mereka percaya bahwa hanya dengan menyentuh atau menjamah jumbai jubah Tuhan Yesus, mereka akan sembuh. Inilah kekuatan rahmat atau anugerah Tuhan.
Di sinilah kita diajak meyakini bahwa kesembuhan dari penyakit memang erat kaitannya dengan iman, yakni penyerahan diri seutuhnya pada kehendak-Nya.

Amin
Mereka mengamini dan mentaati apa yang diajarkanNya.
Di sinilah kita diharapkan melaksanakan kehendak-Nya, antara lain: makan dan minum berdasarkan kesehatan bukan kenikmatan, olah raga, istirahat dan bekerja secara teratur.
Saudaraku, datanglah kepadaNya, milikilah iman dan meng-amini sehingga kita mampu terus berjuang untuk mentaati dan melaksanakan kehendakNya. Dengan demikian, kita akan mengalami Allah dan mampu bersyukur atas setiap rahmat dan kasihNya.
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.