Home Berita Mangkrak Pembangkit Listrik Daratei Ngada, Kommas Layangkan Surat Terbuka

Mangkrak Pembangkit Listrik Daratei Ngada, Kommas Layangkan Surat Terbuka

552
0

Focus Indonesia News – Koalisi Masyarakat Ngada di Jakarta atau biasa disingkat Kommas Ngada mengeluarkan surat terbuka kepada Plt Bupati Ngada bersama Lembaga DPRD Ngada menyoroti penyelesaian kasus mangkraknya eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Daratei, di Kampung Ulubelu, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, Flores.

Penegasan Kommas Ngada melalui surat terbuka diterima redaksi media ini (4/2/2019) melalui koresponden juru bicara Kommas Ngada Yoseph Godho dari Jakarta. Berikut redaksi penegasan Kommas Ngada melalui surat terbuka diterima media ini.   

SURAT TERBUKA KOMMAS NGADA JAKARTA

No: Jakarta, 1 Februari 2019
Lamp:
Hal: Penyelesain Kasus Mangkraknya Eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi DARATEI

Kepada Yth.
1. PLT Bupati Ngada
2. Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Ngada
di-
Bajawa

Dengan hormat,

Salam juang untuk kebenaran, keadilan dan perdamaian [truth justice and peace].

Sehubungan dengan mangkraknya eksplorasi geothermal Daratei di Mataloko serta timbulnya dampak ikutan, dengan ini kami Kommas Ngada Jakarta, menyampaikan surat Terbuka kepada Pemda Ngada cq. PLT Bupati Ngada dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat II Ngada di Bajawa, guna memperoleh informasi secara transparan dan memadai, ihwal progres dan penyelesaian dari pekerjaan dimaksud. Sebagai corong masyarakat madani, Kommas Ngada Jakarta telah berjuang mengadvokasi kasus ini bersama-sama dengan unsur masyarakat terkait sejak tahun 2014, karenanya kami mendesak agar semua pemangku kepentingan segera menuntaskan kasus ini demi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Adapun dasar dasar surat terbuka ini adalah sbb:

1. Bahwa Listrik adalah energi krusial bagi masyarakat modern. Kami menerima keluhan masyarakat yang disampaikan secara terbuka, saat ini, tiap detik; tentang listrik mati hidup, tentang peralatan elektronik yang rusak, tentang kegiatan yang tergganggu, tentang omset penjualan oline shop yang turun. Terhadap permasalan ini, TIDAK ada satu orangpun yang memberi jawaban tentang kepastian jadwal pemadaman, tentang kecukupan suply energi, atau tentang kapan masalah ini akan berakhir.

2. Bahwa Regime berkuasa saat ini adalah paket MULUS sebagai pemenang Pilkada 2014 dengan salah satu janji kampanye “DARA RILO RALO” yang artinya terang benderang di mana-mana, ternyata hanyalah bualan politik untuk memperoleh dukungan pemilih agar menang dalam Pilkada waktu itu. Kami mengetahui bahwa urusan menyediakan dan menyalurkan arus listrik ke masyarakat adalah tugas PLN, namun pemerintah daerah harus dapat menepati janji politiknya dengan mengupayakan energi listrik melalui keberpihakan kepada rakyat. Kini saatnya rakyat menuntut bukti atas janji politik itu.

3. Bahwa eksplorasi Daratei menjadi proyek energi-yang patut diduga mangkrak, saat ini ada kesan bahwa proyek tersebut dibiarkan begitu saja.

4. Bahwa pekerjaan eksplorasi telah membawa dampak ikutan yakni kerusakan lingkungan, sebagai berikut:
a) Rusaknya perabot logam dan atap rumah warga akibat korosi.
b) Munculnya mata air panas baru pada bidang yang kian meluas.
c) Hancurnya Lahan pertanian masyarakat yang merupakan suber nafkah utama dan kini tidak bisa digunakan lagi.

Kami mencatat bahwa masyarakat yang berdampak langsung sudah menerima kompensasi dalam bentuk penggantian seng untuk atap rumah dan penyambungan listrik atau kompensasi lainnya. Namun terhadap mekanisme dan realisasi pembagian kompensasi yang sudah dijalankan, masih ada pertanyaan lanjutan berikut:
1) Berapa alokasi anggaran secara keseluruhan untuk kompensasi tersebut?
2) Dari mana sumber dana-nya, apakah (1) APBN atau (2) APBD atau (3) CSR dari PT PLN?
3) Apakah dana tersebut digabung jadi satu atau dipisah sesuai peruntukan?
4) Bagaimana fungsi kontrol dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Ngada dalam pelaksanaan penyerahan kompensasi tersebut?
5) Mengapa tidak ada satupun anggota DPRD yang berminat menyuarakan kasus ini secara serius?
6) Apakah hitungan kompensasi sudah dilakukan dengan perkiraan yang memadai termasuk forecast atas kerugian di masa depan?
7) Apakah studi kelayakan amdal sudah dilakukan?
8) Bagaimana dengan dampak lanjutan kepada pihak lain atau masyarakat lainnya yang semula tidak berdampak, tapi kini kena dampak proyek eksplorasi tersebut?
9) Bahwa explorasi proyek geothermal Daratei pasti memakai lahan yang merupakan aset masyarakat. Apakah sudah dilakukan ganti rugi atas penggunaan aset tersebut? Karena antara kompensasi atas dampak eksplorasi – dan ganti rugi lahan merupakan dua hal yang berbeda. Kompensasi jelas ditujukan kepada pihak yang mengalami kerugian akibat pelaksanaan proyek, sedangkan ganti rugi adalah atas pengalihan kepemilikan aset lahan untuk proyek.

Bahwa ikhtiar Daratei adalah terang untuk peradaban, yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Kami memberi apresiasi setinggi tingginya kepada pihak manapun yang semula telah mewakafkan gagasan, tenaga dan biaya, waktu dan pikiran untuk menghadirkan energi listrik ini.

Di tangan kami ada data sejak zaman Bupati: Bapak Ir Albert Nong Botha, Bapak Drs Piet Yos Nuwawea hingga Bapak Marianus Sae. Kami akan terus menagih kepada siapapun termasuk kepada inisiator proyek eksplorasi Daratei, agar menuntaskan proyek ini, demi kemaslahatan rakyat banyak.

Catatan: Daratei sesungguhnya dapat menjadi pendukung program energi nasional pemerintah pusat. Bersama sama dengan Ulumbu (Manggarai), Ropa (Ende) dan Lembata, ketiga senasib dan tidak jelas juntrungannya.

Penutup
Kommas Ngada Jakarta mempertimbankan langkah hukum dengan melakukan gugatan class action, bila di kemudian hari tidak ada satu pihakpun yang menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan masalah ini.

Demikian surat kami, terimakasih atas perkenan, perhatian dan kerjasamanya.

Hormat kami,
CHR Roy Watu-Ketua Umum
Yoseph Godho – Juru bicara

(Keterangan Foto Berita: Ketua Kommas, CHR Roy Watu / Tim / Red)