Home Berita Korban Kekerasan Oknum Kades Boba: Harus Sampai Sidang Pengadilan

Korban Kekerasan Oknum Kades Boba: Harus Sampai Sidang Pengadilan

691
0

Focus Indonesia News – Korban kekerasan, Damianus Wawo yang dikabarkan dipukul hingga darah oleh pelaku oknum Kades Boba di Kabupaten Ngada dalam penjelasannya saat dikonfirmasi terpisah tanggal 6 Februari 2019 mengungkapkan, pihaknya sudah mengungkap seluruh fakta disertai saksi dan alat bukti bersama hasil visum kepada pihak Kepolisian Polsek Golewa Kabupaten Ngada sejak pelaporan pertama untuk penegakan hukum dan tidak boleh berjalan di tempat.

Selanjutnya, kata korban, hanya satu sikap bagi dirinya selaku korban, yakni proses hukum jangan berhenti di Polisi maupun Jaksa tetapi harus sampai meja pengadilan agar hukum benar-benar memberi kepastian penanganan tanpa melihat dirinya yang hanya orang kecil tidak berdaya.

“Saya hanya orang kecil dan tidak berdaya. Sikap saya hanya satu yaitu proses sampai Pengadilan dan jangan berhenti di Polisi maupun Jaksa. Kalau tidak, saya tau ini negara memang hukumnya tidak untuk kami orang kecil, tapi untuk melindungi orang besar”, tegas Korban kekerasan, Damianus Wawo.

Menurut dia, perlakuan yang menimpa dirinya bukan ciri kekeluargaan, sebab antara pelaku dan dirinya sebenarnya masih family.

“Saya ini masih keluarga dengan dia (pelaku), tapi pada malam dheke reba saya hanya omong bahwa kalau ditanya tentang pembangunan rumah yang keramiknya belum dipasang, ya kita bicara saja baik-baik, karena tahun sebelumnya kami sudah sepakat bahwa tahun depan kita sudah duduk diatas lantai keramik, itu langsung dia tinju saya tiga kali sampai darah keluar dan mulut saya juga pecah, Setelah kena pukul, saya tunduk sambil lihat darah yang keluar, lalu saya ke belakang rumah dan seterusnya sampai akirnya ambil visum. Bagi saya itu sangat keterlaluan, tolong hukum harus tegak. Kami orang kecil hanya harap hukum jangan bermain-main dan jangan pilih kasih”, tutup korban kekerasan, Damianus Wawo.

Terhadap proses hukum atas perkara ini, Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga sebagaimana telah dilansir sebelumnya sudah memberikan keterangan Pers untuk publik dan memastikan beberapa penegasan penanganan, diantaranya status pelaku, masih menjabat Kades Boba, inisial BA sudah resmi ditetapkan sebagai Tersangka dengan ancaman hukuman yang dikenakan terancam lima tahun lebih penjara, kata Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga.

Baca juga : https://larantuka.com/2019/02/tsk-oknum-kades-boba-diancam-hukuman-5-tahun-penjara/

Berhubung pelaku atau TSK kooperatif dan tidak berpotensi melarikan diri serta masih menjabat Kades aktif, menurut pihak Polsek melalui penegasan Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga, pelaku tidak ditahan. Sementara berkas perkara dan perampungannya segera diselesaikan guna dinaikan ke Kejaksaan Negeri Bajawa, selanjutnya seperti biasa sesuai mekanisme untuk bisa sampai kepada tahab agenda persidangan Pengadilan. (Keterangan : foto korban/ Tim/Red)