KOMPAK Indonesia Sebut NTT Darurat Korupsi

Focus Indonesia News – Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa melalui suara penegasan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (12/2/2019) di Jakarta menyebutkan perjuangan penggiat Anti Korupsi yang berani mengungkap dan membongkar mafiosi korupsi berjamaah harus diberikan apresiasi dan ruang dukugan dari kalangan luas di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Di Kabupaten Rote Ndao misalnya, yang dilakukan ANTRA, patut diapresiasi dan didukung total.

Diungkapkan, fakta membuktikan di NTT penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi umumnya menajam ke bawah dan menumpul ke atas.

KOMPAK menyerukan kepada siapa saja yang terpanggil untuk menjadikan NTT bebas dari korupsi dan mafiosi KKN berjamaah, agar terus saling memperkuat gerakan nyata anti korupsi di berbagai daerah dalam wilayah Nusa Tenggara Timur.

Sementara terhadap semarak Korupsi di Rote Ndao, lanjut Gabriel Goa, KOMPAK Indonesia menyatakan, pertama, mengecam keras penegakan hukum di Rote Ndao yang hanya fokus pada masyarakat anti korupsi yang kritis mempersoalkan kasus korupsi dan mengabaikan pemberantasan korupsi di Rote Ndao.

Kedua,mendesak KPK RI untuk serius tangani kasus-kasus korupsi di NTT karena NTT sudah masuk kategori darurat korupsi.

“Jangankan uang proyek dari Proyek APBN dan APBD yang dikorupsi bahkanDana Desa, dana Bansos, dana Bencana dan dana untuk orang miskinpun dikorupsi. Hal ini membuktikan bahwa Korupsi di NTT sudah masuk kategori pelanggaran Ham berat”, tutup Ketua KOMPAK, Gabriel Goa. (Keterangan Foto : Gabriel Goa / Tim/Red)