Home Renungan Harian Ketika kebenaran mati di hadapan citra diri

Ketika kebenaran mati di hadapan citra diri

312
0
Sumber: Google

Jumat, 08 Februari 2019
Bac. I, Ibr 13 : 1 – 8
Injil, Mrk 6 : 14 – 29

Ketika kebenaran mati di hadapan citra diri

“Demi mempertahankan citra diri maka mata dan hati tertutup terhadap penegakkan kejujuran dan kebenaran.”

Herodes yang sudah berjanji kepada para tamu rela menutup mata dan hatinya terhadap kebenaran, sehingga ia pun memenuhi permintaan putri Herodias untuk mendapatkan kepala Yohanes Pembaptis. Surga dan dunia pun meneteskan air mata memadang kelaliman manusia yang menghilangkan nyawa sesamanya.

Butir-butir iman yang bisa kita dapatkan dari Firman hari ini, adalah:

1) Dendam (Herodias) yang terpelihara dalam hati melahirkan rencana jahat. Ketika hati tidak bisa mengontrol otak maka lahirlah tindakan kejahatan terhadap sesama manusia.

2) Kadang kita diperhadapkan dengan kenyataan, memilih mempertahankan gengsi, martabat keluarga atau kelompok kita, atau kah menegakkan keadilan, kejujuran dan kebenaran. Pilihanmu menentukkan kualitas dirimu.

3) Tindakan menghancurkan, melukai bahkan membunuh sesama tidak hanya lewat senjata atau alat tajam lainnya, melainkan juga lewat kata-kata kita. Ingat, pedang dan pisau menorekan luka di tubuh (kulit) yang bekasnya bisa hilang, tapi kata-kata yang kotor, fitnah dan kasar yang keluar dari mulut kita dapat menorekan luka di hati sesama yang sulit untuk tersembuhkan.

4) Lebih baik mati demi kebenaran, keadilan dan kejujuran, daripada hidup di atas kemunafikan, kejahatan dan dosa.

Selamat melayani dan berkarya….
Lewati semuanya dengan ketekunan karena hanya dengan itu kita mampu memaknai hidup kita lebih indah dalam seluruh tugas dan karya kita.
Dan jangan lupa….
Sertailah segala aktifitasmu dengan doa karena di sanalah kita akan menemukan kekuatan dan kelegaan.
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux – Be the Light – Jadilah Terang!